Tampilkan postingan dengan label TASAWUF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TASAWUF. Tampilkan semua postingan

Kiamat 2012 Menurut Habib Lutfi

Forsantri 23.09 1 Comment

Assalamualaikum, Habib Luthfi yang saya hormati, belakangan ini masyarakat indonesia yang mayoritas beragama Islam, dihebohkan dengan beredarnya film “kiamat2012”, produksi hollywood, film ini menceritakan terjadinya “kiamat” di bumi pada tahun tersebut.

Konon kiamat ini sudah diramalkan oleh suku-suku kuno seperti, suku Maya yang hidup ribuan tahun yang lalu di Mexico.

Buku kuno Iching juga meramalkan hal yang sama, bahkan peramal indonesia, seperti Mama Laurent, mengatakan hal yang sama. Yang ingin sya tanyakan, apa yang harus kita lakukan terhadap ramalan-ramalan tersebut, mengingat ramalan mereka konon sudah sering terjadi.
Semoga Habib senantiasa dalam kedaan sehat wal afiat dan dalam lindungan Allah Swt..
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Ade Firmansyah

Menteng Asri, Bogor




Al Habib Muhammad Lutfi Bin Yahya menjawab:

Waalaikum salam Wr.Wb.

Kita sebagai umat Islam, mempunyai Nabi sendiri, yaitu nabi Muhammad SAW. Nabi kita sudah bersabda, kita harus beriman pada enam perkara, yaitu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya,hari akhir atau kiamat, serta qodlo dan qodar.


Mengenai yaumil akhir atau kiamat, Rasulullah tidak pernah mengatakan kapan akan terjadi, hanya disaratkan bahwa kiamat akan terjadi pada hari jum’at. Pernyataan Rasulullah ini bukan ramalan. Beliau mendapat tuntunan langsung dari Allah Swt. sekali lagi bukan ramalan.


Sekarang tinggal kita memilih, apakah kita mempercayai apa yang kita imani itu, atau tidak. Jangan sampai karena ramalan-ramalan dari yang lain, aqidah kita rusak karenanya.
Jangan sampai kita termakan apalagi ternina bobokan oleh ramalan-ramalan tersebut, sehingga kita semuanya hanya sibuk bertasbih, melupakan ibadah yang lain, yaitu berusaha dan beramal untuk kehidupan dunia, sehingga umat islam Indonesia makin tertinggal.

Jika para peramal itu menyatakan bahwa tahun 2012 keadaan dunia tidak bisa di terawang dan gelap, saya juga bisa meramalkan, dan ramalan saya aneh, tahun 2012 bangsa indonesia akan mengalami kemajuan dan kemakmuran yang luar biasa. Tinggal manusianya mempersiapkan diri untuk menghadapi itu kuat atau tidak.

Perlu diketahui, selain Allah, semuanya adalah mahluk, yang mempunyai sifat kekekalan hanyalah Sang pencipta. Dan selain Allah pasti akan mengalami kerusakan, entah karena itu faktor unsur ketuaanya zaman ini, atau karena unsur lainnya. Mahluk adalah tempatnya segala kelemahan, semua memerlukan perlindungan yang maha kuasa, dan semuanya pun mendapatkan perlndungan dari-Nya.

Mengenai bencana alam, gempa dan sebagainya, jangan kita hubung-hubungkan dengan pendapat peramal si A, B atau C. Kita kembalikan kepada ajaran tauhid kita. Rasulullah Saw. pernah bersabda bahwa dunia ini sudah tua, tidak usah kita beragumentasi atau atau berdialog yang terlalu panjang.

Untuk kelestarian bumi ini, Allah mengajarkan bagaimana akhlak kita terhadap bumi dan lingkungan alam disekitar kita. Kalau lingkungan ini tidak kita jaga, ia akan rapuh. Contohnya sungai, ada dua sebab yang mengakibatkan banjir pada musim hujan. Pertama, kapasitas air yang berlebih. Kedua aliran air yang terganggu oleh sampah, sehingga airnya meluap. Nah, hal yang kedua ini diakibatkan oleh ulah atau perbuatan manusia.

Karena itu solusinya, pertama tidak membuang sampah disungai. Kedua menjaga kebersihan sungai itu sendiri, sebab sesunguhnya air sungai itu banyak manfaatnya, selain untuk kebutuhan manusia, juga untuk kebutuhan alam disekitar kita. Banyak yang mengambilnya untuk air minum, mandi, dunia pertanian, dan sebagainya. Kalau air sungai itu sendiri sudah kena limbah, sementara ia mengaliri dunia pertanian, apa akibatnya?

Mari kita pekaya diri kita dengan mengingat dan melakukan pendekatan diri pada Allah Swt. meningkatkan keyakinan dan ketakwaan kita kepada Allah. Serta yang tak kalah penting, ikhtiar kita dalam memelihara lingkungan ini. Sehingga muncul lingkungan harmoni alam antara nmanusia dan lingkungan di sekitarnya.

(Hasil Wawancara Majalah Al Kisah pada Al Habib M. Luthfi bin Yahya/ No 25/14 Des 09)

Pengamalan Tasawuf Ala Al Habib Luthfi

Forsantri 22.59 Add Comment

Berikut ini petikan wawancara crew Habibluthfiyahya.net dengan Al Habib Luthfi bin Yahya. Dalam wawancara kali ini Al Habib menjelaskan bagaimana tasuf dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Apa pandangan-pandangan Al-Habib tentang tasawuf?

Tasawuf adalah pembersih hati. Dan tasawuf itu ada tingkatan-tingkatannya. Yang terpenting, bagaimana kita bisa mengatur diri kita sendiri. Semisal memakai baju dengan tangan kanan dahulu, lalu melepaskannya dengan tangan kiri.

Bagaimana kita masuk masjid dengan kaki kanan dahulu. Dan bagaimana membiasakan masuk kamar mandi dengan kaki kiri dulu dan keluar dengan kaki kanan. Artinya bagaimana kita mengikuti sunah-sunah Nabi. Itu sudah merupakan bagian dari tasawuf.

Bukankah hal semacam itu sudah diajarkan orang tua kita sejak kecil?
Para orang tua kita dulu sebenarnya sudah mengeterapkan tasawuf. Hanya saja hal itu tak dikatakannya dengan memakai istilah tasawuf. Mereka terbiasa mengikuti tuntunan Rasulullah. Seperti ketika mereka menerima pemberian dengan tangan kanan, berpakaian dengan memakai tangan kanan dahulu. Mereka memang tak mengatakan, bahwa itu merupakan tuntunan Nabi SAW.

Tapi mereka mengajarkan untuk langsung diterapkannya. Kini kita tahu kalau yang diajarkannya itu adalah merupakan tuntunan Nabi. Itu adalah tasawuf. Sebab tasawuf itu tak pernah terlepas dari nilai-nilai akhlaqul karimah. Sumber tasawuf itu adalah adab. Bagaimana adab kita terhadap kedua orang tua, bagaimana adab pergaulan kita dengan teman sebaya, bagaimana adab kita dengan adik-adik atau anak-anak kita. Bagaimana adab kita terhadap lingkungan kita.

Termasuk ucapan kita dalam mendidik orang-orang yang ada di bawah kita. Kepada anak-anak kita yang aqil baligh, kita harus bener-bener menjaganya agar jangan sampai mengeluarkan ucapan yang kurang tepat kepada mereka. Sebab ucapan itu yang diterima dan akan hidup di jawa anak-anak kita.

Bagaimana sikap kita berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat yang sudah carut maut?
Mampukah ketika kita berhadapan dengan lingkungan yang demikian itu? Ketika kita asik-asiknya bergurau, maka berhentilah sejenak. Kita koreksi apakah ada sesuatu yang kurang pantas? Agar hal yang demikian itu tak dicontoh atau ditiru oleh anak-anak kita. Itu sudah merupakan tasawuf. Jadi dalam rangka pembersihan hati, bisa dimulai dari hal-hal kecil semacam itu.

Lalu kita tingkatkan dengan tutur sikap kita terhadap orang tua. Ketika kita makan bersama orang tua. Janganlah kita menyantap lebih dahulu sebelum bapak-ibu kita memulai dulu. Janganlah kita mencuci tangan dahulu sebelum kedua orang tua kita mencuci tangannya. Makanlah dengan memakai tangan kanan. Dan jangan sampai tangan kiri turut campur kecuali itu dalam kondisi darurat. Sebab Rasulullah tak pernah makan dengan kedua tangannya sekaligus. Ini sudah tasawuf.


Apa yang sebenarnya menarik dari Al-Habib, sehingga begitu getol menekuni dunia tasawuf?
Yang menarik, karena tasawuf itu mengajarkan pembersihan hati. Saya ingin mempunyai hati yang sangat bersih. Jadi tak sekedar bersih tidak sombong karena ilmunya, tidak sombong karna setatusnya, tidak sombong karena ini dan itu. Namun hati ini betul-betul mulus, selalu melihat kepada kebesaran Allah SWT yang diberikan kepada kita. Itu karena fadhalnya Allah SWT.

Sehingga kita tidak lagi mempunyai prasangka-prasangka yang buruk, apalagi berpikiran jelek dalam pola pikir dan lebih-lebih lagi di hati. Sebab tasawuf itu tazkiyatul qulub, yakni untuk membersihkan hati. Jika hati kita ini bersih, maka hal-hal yang selalu menghalangi-halangi hubungan kita kepada Allah itu akan sirna dengan sendirinya. Sehingga kita senantiasa mengingat Allah.

Ibarat besi, hati kita itu sebenarnya putih bersih. Hanya karena karatan yang bertumpuk-tumpuk lantaran tak pernah kita bersihkan, sehingga cahaya hati itu tertutup oleh tebalnya karat tadi. Na’udzubillah kalau sampai hati kita seperti itu.

Lantas dari mana kita mesti memulai untuk pembersihan hati tersebut?
Ikutlah dahulu ajaran fiqih yang tertera dalam kitab-kitab fiqh. Seperti arkanus shalat (rukun-syarat sholat), lalu adabut shalat, adabut thaharah dan seterusnya. Marilah itu semua kita pelajari dan kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Ketika kita diundang untuk menghadiri acara walimah di sebuah gedung misalnya, maka kenakanlah pakaian yang bagus-bagus.

Sebab itu demi menghormat dan untuk menyaksikan kehalalan kedua mempelai di pelaminan. Untuk menghormati acara tersebut, kita menggunakan pakaian yang rapi. Sebab pada hakikatnya, kita telah menghormati Allah SWT yang telah menghalalkan hal tersebut.

Kita juga menghormati yang telah mengundang kita, serta menghormati sesama kita dalam gedung atau dalam jamuan tersebut. Kalau kita bisa menyaksikan aqdun nikah (akad nikah) secara demikian, mengapa kalau kita menghadap langsung kepada Allah SWT, tidak pernah melakukan penghormatan yang demikian itu?


AL-Habib dikenal sebagai mursyid thariqah, tetapi kelihatan gemar memainkan alat musik?
Di sana kita akan menemukan kekaguman. Ilmullah yang ada dalam music itu sendiri. Diantaranya notnya itu hanya ada 7; do re mi fa sol la si do, do si la sol fa mi re do. Sedangkan oktafnya ada 7, suara miringnya 5, jadi ada 12. Yang memakai adalah di seliruh dunia, dan mengeluarkan lagu yang beragam. Itu merupakan satu hal yang sangat menarik.

Ketika orang mendengarkan musik, mereka bisa menangis dan tertawa, bersedih dan bersuka ria. Nah, yang berupa benda saja bisa menghasilkan efek semacam itu. Lantas bagaimana kalau kita tengah mendengar lantunan ayat Al-Qur’an sedang dibacakan? Mesti akan jauh lebih dari itu. (Ts/hly.net)