Tampilkan postingan dengan label SIRAMAN ROHANI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIRAMAN ROHANI. Tampilkan semua postingan

Aneka Cara Menyapa Ramadhan

Forsantri 18.57 Add Comment

Oleh: Muhammad Arifin Ilham

Dalam hitungan hari, kita segera memasuki pelataran universitas Ramadhan. Suka atau tidak, sebagai hamba-Nya yang beriman, kita akan masuk dan mengikuti semua proses pendidikan di dalamnya. Sebuah unit pendidikan Rabbani yang akan melahirkan para wisudawan terbaik dengan gelar al-Muttaqin (bertakwa). "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa." (QS Albaqarah [2]: 183).

Abdullah bin Ash-Shamit meriwayatkan bahwa ketika Ramadhan datang, Rasulullah SAW mengingatkan, "Jika Ramadhan telah tiba maka terbukalah pintu-pintu surga, tertutup pintu-pintu neraka. Bulan penuh berkah itu telah datang kepadamu. Pada bulan itu, Allah melimpahkan (karunia-Nya) kepadamu. Dia menurunkan rahmat, menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mengabulkan doa. Allah akan melipatgandakan semua kebaikanmu di bulan itu dan akan membanggakanmu di hadapan para malaikat. Maka tampilkanlah dari diri kamu yang baik-baik. Karena orang yang malang adalah orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah pada bulan itu." (HR Ath-Thabrani).

Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Kita bisa lihat, para insan media--baik cetak maupun elektronik--terguyur keberkahan Ramadhan, dengan pariwara komersialnya. Penggiat entertainment kebanjiran manggung dan peran. Para ustaz banyak menerima panggilan ceramah.

Pekerja, karyawan, dan buruh, akan mendapatkan bonus, THR, dan lain sebagainya. Jika berkaca dari hadis ini, Ramadhan ingin menaburkan keberkahan bagi para penyambutnya.

Ramadhan berarti pembakaran dan peleburan. Yang biasa dibakar adalah sesuatu yang kotor, misalnya sampah. Sampah yang berserak, bertumpuk, dan mengeluarkan aroma tak sedap. Jika sampah dibakar, pelataran rumah kita, insya Allah akan kembali bersih.

Namun, ada juga yang biasa kita bakar dan bukan sesuatu yang kotor, seperti besi. Besi ketika dibakar, oleh seorang pandai besi, akan sangat mudah dibentuk sesuai dengan keinginan. Ia bisa dijadikan bahan untuk sepeda, motor, mobil, atau pesawat.

Karena itu, Ramadhan yang akan kita jelang, semoga bisa menjadi alat untuk membakar dan meleburkan segala kotoran dosa dan maksiat, agar pekarangan hati kita menjadi bersih. Kemudian, kita bentuk agar hati itu menjadi semakin dekat dengan Allah SWT.

Ingatlah, ketika detik-detik Ramadhan tahun lalu akan berakhir, para malaikat bersedih dan meminta supaya satu tahun semua bulannya adalah Ramadhan. Kini, ketika Ramadhan kembali menyapa, tentu mereka, para malaikat dan semesta alam akan merasa haru dan bahagia menyambutnya. Maka itu, bersama gerak alam dan semesta yang berzikir, kita bentangkan tangan seraya menyiapkan diri dan menata hati untuk menyambut kehadirannya. Marhaban ya Ramadhan.

republika.co.id

Puasa Sunnah di Bulan Sya'ban

Forsantri 22.28 Add Comment


عن عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ :
لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَصُومُ شَهْرًا، أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، وَكَانَ يَقُولُ : خُذُوا مِنْ الْعَمَلِ، مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ، حَتَّى تَمَلُّوا

( صحيح البخاري )

Dari Aisyah ra : tiada pernah Nabi saw berpuasa (puasa sunnah) disuatu bulan (selain ramadhan) lebih banyak dari bulan sya’ban, dan sungguh beliau saw berpuasa hampir seluruh hari bulan sya’ban, dan beliau saw bersabda : ambillah (amalkanlah) dari amal-amal ibadah semampu kalian, maka sungguh Allah swt tiada akan bosan, hingga kalian bosan” (Shahih Bukhari)


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ

Limpahan Puji Kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Luhur, Yang Maha Memiliki Masa, Yang Maha Memiliki zaman,

وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ . (QS. Al ‘Ashr)

“Demi Masa”

Kalimat Demi Masa, sumpahnya Allah subhanahu wata'ala, sudah merangkum seluruh kejadian sejak Alam di cipta hingga alam ini berakhir, seluruh kesedihan dan kenikmatan, tegak dan duduk, bergerak dan diam, setiap ucapan, setiap ruh, setiap nafas, setiap bentuk, setiap sifat, setiap kejadian semuanya berada di dalam kandungan “Masa”.

Allah merangkum seluruh kejadian itu dalam satu kalimat “Demi Masa”

Lewatlah seluruh kehidupan yang dalam kenikmatan atau yang dalam kesusahan, yang dalam kebahagiaan atau dalam kesulitan, yang di dalam tempat – tempat yang mewah, atau di gubug – gubug yang di kota atau yang di desa, yang pria atau yang wanita, yang kelaparan atau yang kekenyangan, yang terus bisa tidur, yang terus sulit tidur, terus demikian kejadian terjadi dan berputar dari generasi ke generasi.

Allah menjawab :

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

“manusia dalam keadaan yang merugi”

Lewati seluruh keadaan itu, kenikmatan kesusahan, kesedihan kesenangan,
siang malam, kaya miskin, semua itu rugi bagi Manusia, tidak ada keuntungannya

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ .

“Kecuali orang – orang yang beriman, dan berbuat amal saleh, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran”
Tidak rugi dia, dia beruntung melewati itu semua, siang dan malamnya beruntung, susah senangnya beruntung, dalam keadaan kehidupannya beruntung, siangnya beruntung, bergeraknya beruntung, ia terus beruntung

Beramal Shaleh, di sempurnakan lagi dengan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran maka orang – orang seperti itulah yang menemui keberuntungan di dalam melewati masa hidupnya, yang hanya sebutir debu kecil di banding “Masa” secara keseluruannya.

Hadirin, dalam satu generasi saja sudah terjadi triliyunan kejadian dalam setiap detik, triliyunan lintasan pemikiran dalam setiap kejap terus berputar di alam semesta ini, segenap pemikiran, cita – cita, kebencian, keirian, kedengkian, kecintaan, kerinduan, semangat, rencana, semua itu terus bergejolak dalam pikiran manusia dan itu jumlahnya triliyunan di permukaan bumi ini, bisa juga apa yang melintas oleh hewan – hewan, yang menginginkan makanan, yang sedang kelaparan, yang sedang mencari air dan lain sebagainya, kesemua itu terangkum di dalam “Masa”.

Hadirin hadirat, kesemuanya manusia didalam kerugian kata Allah subhanahu wata'ala, kecuali yang beriman yang beramal saleh, yang menasihati dalam kebenaran dan menasihati dalam kesabaran, mereka – mereka ini tidak rugi.

Empat hal ini :
Iman, Amal saleh, menasihati dalam kebenaran, menasihati dalam kesabaran,
Empat hal ini bisa di padu, bisa di ringkas lagi menjadi apa ?
Tuntunan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

“manusia itu di dalam kerugian”
Kecuali yang mengikuti Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Dia beruntung di dunia tidak juga rugi di akhirat, ia susah di dunia hanya menjadi penyebab keberuntungannya di masa mendatang dunia dan akhirat, demikian keadaan mereka yang beriman dan dekat dengan Allah, tidak ada ruginya melewati hari – hari, tidak rugi dalam kesenangannya, dalam kesusahannya, dalam siangnya, dalam malamnya, dia tidak di rugikan, selalu beruntung, dia melewati dosa, dia didekatkan dengan pengampunan Allah, seraya berfirman :

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

“semua makhluk dan hewan dan makhluk hidup yang ada di bumi dan yang terbang di udara dan semua yang hidup . kecuali kelompok – kelompok seperti umat – umat diantara kalian ada kelompok – kelompoknya . tidak kami sisakan dan kami hapuskan dan kami sia – siakan dari pada ketentuan mereka sesuatu pun kecuali semua itu nanti . lalu mereka akan di kirim untuk berkumpul kehadapan pemilik mereka kelak yang memberi mereka kehidupan, burung itu rizqinya, burung itu takdirnya demikian pula hewan, lalat, nyamuk sampai virus dan sel terkecil apakan menjalankan tugas yang di perintahkan Allah” (QS Al An’am 38)

Hadirin hadirat, bunga di beri tugas oleh Allah, pohon di beri tugas, tanah di beri tugas, matahari di beri tugas, bulan di beri tugas, semua makhluk ciptaan Allah di beri tugas,
manusia di beri tugas, apa tugasku dan kalian ?
tugasku dan kalian banyak, ringkasnya mengikuti Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Malam yang agung ini, malam perpisahan kita dengan pergantian malam dan malam pertemuan kita dengan bulan Sya’ban, inilah malam 1 Sya’ban, di dalam perhitungan hijriah, berpindahnya hari itu, pindahan hari itu bukan jam 12 malam, kalau tahun masehi, bulannya memang jam 12 malam, tapi kalau perhitungan Hijriah terbenamnya matahari, terbenamnya matahari tadi adalah berpisahnya kita dengan bulan Rajab dan terbenamnya matahari tadi malam ini mengawali malam 1 Sya’ban.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Oleh sebab itu Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda sebagaimana riwayat Shahih Bukhari tadi, riwayat Sayyidatuna Aisyah radhiyallahu'anhum:

عن عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ :
لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَصُومُ شَهْرًا، أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، وَكَانَ يَقُولُ : خُذُوا مِنْ الْعَمَلِ، مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ، حَتَّى تَمَلُّوا

( صحيح البخاري )

“tidak pernah Rasul shallallahu 'alaihi wasallam itu berpuasa banyak (puasa sunnah selain Ramadhan) sebanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban, dan beliau saw bersaba ambillah amal ibadah (sunnah) menurut kemampuan kalian, sungguh Allah swt tak akan bosan menerima ibadah hingga kalian bosan (kelelahan) ”(Shahih Bukhari)

Dalam satu kali pernah beliau melakukan puasa Sya’ban, semuanya yaitu sebagian besar,
Di riwayatkan di jelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy didalam kitabnya Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari, yang di maksud di dalam hadits ini adalah bukan maksudnya seluruh Sya’ban dari tanggal 1 sampai dengan akhir, karena akhir Sya’ban itu makruh sebagian mengatakan haram berpuasa karena hari terakhir menuju Ramadhan, namun sebagian mengatakan makruh.

Al Imam Ibn Hajar mengatakan yang di maksud Sya’ban kesemuanya (Sya’ban Kullahu) adalah yang sebagian besarnya bulan Sya’ban itu Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa.

Maka Al Imam Ibn Hajar juga menjawab tentang kenapa Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa di bulan Sya’ban sangat banyak? Padahal beliau mensunnahkan ibadah sunnah, juga puasa di bulan – bulan haram yaitu dzul’qaidah, dzulhijjah, muharram dan rajab, Sya’ban bukan bulan Haram, kenapa Rasul lebih banyak puasa di bulan Sya’ban dari pada bulan lainnya, maka di jawab oleh Al Imam Ibn Hajar pertanyaan itu bahwa teriwayatkan, Rasul shallallahu 'alaihi wasallam baru di wahyukan oleh Allah kemuliaan bulan Sya’ban diakhir akhir sebelum wafatnya, tahun – tahun terakhir sebelum wafatnya baru di wahyukan oleh Jibril kemuliaan bulan Sya’ban, baru beliau memperbanyak puasa di bulan Sya’ban.

Demikian, dan tentunya bukan hanya puasa saja yang di sunnahkan di bulan Sya’ban ini,
Hadirin hadirat, Sang Maha Pemilik waktu dan masa, tidak menyisakan satu detik pun kecuali rahasia kedermawanan Nya terbuka, gerbang taubat Nya terbentang luas, limpahan anugrah Nya tidak pernah berhenti, ia berhenti kadang – kadang do’a tidak di kabulkan padamu tapi pada jutaan lainnya Allah sedang mengabulkan do’a mereka.

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Namun Allah subhanahu wata'ala berfirman :

وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ

“berbaik – baiklah didalam kehidupan, sebagaimana Allah berbaik – baik padamu” (QS Al Qashash 77)

Allah berbuat yang terbaik untuk kita, maka berbuatlah yang terbaik untuk Allah subhanahu wata'ala, Allah akan berikan lagi yang lebih baik lagi dari kita dan membenahi keadaan kita seraya berfirman :

وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآَمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ

“sunggguh orang – orang yang beriman, beramal saleh dan juga beriman pada apa yang di turunkan pada Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau itu kebenaran, pembawa kebenaran dari Tuhan mereka (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam), Allah hapuskan segala kesalahan – kesalahan mereka (yang mau mengikuti Sang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam), Allah hapuskan kesalahan – kesalahan mereka, dan Allah perbaiki keadaan mereka” (QS Muhammad 2)
Hadirin hadirat semakin kita mendekat pada Allah, semakin Allah perbaiki keadaan kita.

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Bulan Sya’ban juga sebagaimana Hadits yang tadi kita dengar bahwa Rasul shallallahu 'alaihi wasallam paling banyak puasa di bulan Sya’ban dan juga Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa hampir 1 bulan penuh dan Hadits selanjutnya adalah :

خُذُوا مِنْ الْعَمَلِ، مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ، حَتَّى تَمَلُّوا (صحيح البخاري)

“berbuatlah amal itu semampumu, jangan melebihi kemampuan kata Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, sungguh Allah tidak akan pernah bosan, kalian yang akan mempunyai sifat bosan”

Manusia mempunyai sifat bosan, Allah tidak ada bosannya maka ambillah dari amal ibadah itu semampu kalian jangan paksakan lebih dari pada kemampuan kita

فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ

“Allah itu tidak akan ada bosannya”

Allah akan terus gembira dengan ibadahmu, tapi kalian sendiri nanti yang akhirnya kelelahan sendiri, akhirnya bosan untuk memperbanyak ibadah, maka lebih baik kita menjaga ibadah hanya sekedar sekemampuan kita saja, karena kalau di paksakan nanti akhirnya kelelahan sendiri dan meninggalkan ibadah itu.

Saudara saudariku yang kumuliakan,
Hadits ini juga membuka rahasia keluhuran, bahwa Allah subhanahu wata'ala menyambut amal – amal hambanya sekedar kemampunanya, tidak ada perhitungan umum tapi perhitungan pribadi dimata Allah subhanahu wata'ala, semampunya hambanya itulah yang akan membuat pertanyaan dari Allah kelak hambanya sudah mampu tapi tidak melakukan itu yang akan di pertanggung jawabkan dan akan melewati barangkali kesusahan, tersiksa di dunia musibah atau di sakaratulmaut atau di kubur atau di Neraka, karena mampu tapi tidak mau, beda dengan yang tidak mampu tidak pernah akan di bebani, Allah tidak akan memaksa

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak akan memaksakan manusia kecuali dengan kemampuannya” (QS Albaqarah 286)
Dan Sang Maha baik dan Maha Lembut selalu meyeru kita oleh keluhuran.
Bukankan Allah subhanahu wata'ala telah berfirman di dalam hadits qudsi kepada Nabiyallah Daud 'Alaihi Salaam :

يا داود، لو يعلمون المدبرون عني شوقي لعودتهم، ومحبتي لتوبتهم، ورغبني لإنابتهم، لطاروا شوقا الي، يا داود هذا للمدبرين عني، فكيف للمقبلين عني؟

“Wahai Daud kalau seandainya orang – orang yang berpaling dari Ku itu menghindari kemuliaan dan selalu berbuat kehinaan, kalau mereka tau betapa rindunya Aku kepada kembalinya mereka kepada Ku, kalau mereka tau getaran dahsyatnya rindu Ku pada mereka, jika mereka mau kembali, betapa cintanya Aku kepada mereka, atas Taubat mereka, kalau mereka tau betapa besar dan bagaimana dahsyatnya Cinta Ku pada hamba Ku jika ia ingin bertaubat dan besarnya semangatku menyambut hamba – hamba KU yang ingin banyak beribadah, mereka tidak tau wahai Daud dahsyatnya kerinduan Ku dan dahsyatnya cinta Ku dan dahsyatnya hangatnya sambutan Ku, jika mereka tau mereka akan bisa meninggalkan dirinya, untuk terbang kehadapan Ku karena rindu ingin berjumpa dengan Ku, mereka tidak akan menguasai jasadnya untuk segera sampai kehadapan Ku karena rindu kepada Kuو Wahai Daud itulah Cinta Ku, rindu Ku dan sambutan hangat Ku pada para pendosa dan mereka yang berpaling jika mau bertaubat, maka bagaimana cinta Ku pada hamba – hamba Ku yang baik” (Taujihunnabiih Limardhaati baarih oleh Al Munsid Al Allamah Alhabib Umar bin Hafidh)

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikian rindu Nya Allah, bagi mereka yang mau memahami perasaan Allah dan Cinta Nya memanggil kita untuk bertaubat dan rindu Nya memanggil kita unuk kembali kepada keridhaan Nya, dan semangat kehangatan sambutan Nya, memanggil kita untuk siap melimpahi anugrah jika kita ingin memperbanyak ibadah, Maka terimalah Cinta Nya Allah, rindu Nya Allah dan sambutan hangatnya di dunia dan akhirat, bahkan lebih.
Dan merugilah mereka yang menolaknya, dan merugi mereka yang di tawari Cinta Nya Allah mereka menolaknya

Kelak di hari kebangkitan Allah akan memanggil namamu, namaku maju menghadap, fulan bin fulan di perintahkan maju kehadapan Allah,
Saat itu hari pertanggungan jawab,
Hambaku kau menolak cinta Ku, hambaku kau menolak rindu Ku .........

إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ . وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ . وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ . وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ . عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ . يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ . الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ . فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ . كَلا بَلْ تُكَذِّبُونَ بِالدِّينِ . وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ . كِرَامًا كَاتِبِينَ . يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ . إِنَّ الأبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ . وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ . يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّينِ . وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَائِبِينَ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ . ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ . يَوْمَ لا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِنَفْسٍ شَيْئًا وَالأمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ

(QS. AL INFITHAAR)

Hadirin, Allah subhanahu wata'ala berfirman :

إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ

“ketika langit terbelah…”

وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ

“ketika laut naik keatas permukaan bumi…”

bercampur dengan Lava (lahar yang ada di perut Bumi) muntah keluar ke atas daratan, gelombang lautan itu sudah menjadi lahar panas (karena bercampur dengan Lava yang ada di perut bumi),
setelah itu bumipun di ratakan, setelah itu bumi bukan menjadi bulat tapi menjadi lempengan (lebar bentuk padang mahsyar),

وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ

“semua kubur di bongkar oleh para malaikat...”
Mereka di perintahkan untuk menghadap,

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ

“tahulah manusia apa yang telah ia lakukan dulunya dan apa yang akan dia terima dari balasannya”

يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ

“Wahai manusia apa yang membuatmu meninggalkan Tuhan Mu yang Maha Pemurah..”

Maka di saat itu apa yang harus kita jawab ?
Adakah kedermawanan melebihi kedermawanan Nya ?
Adakah kelembutan melebihi kelembutan Nya ?
Adakah Dunia dan akhirat tidak cukup bagi kita untuk di dapatkan kebahagiaan yang kekal ?
Allah subhanahu wata'ala telah menjanjikan kebahagiaan yang kekal, tidak ada fitnah, tidak ada masalah, tidak ada musibah, tidak ada penyakit, tidak ada apapun yang membuat kita sedih yang ada kebahagiaan yang kekal apa yang kurang pada diriku kata Allah subhanahu wata'ala ?

يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ، الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ ، فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ ،

“ apa yang membuatmu tertipu hingga meninggalkan Tuhan mu yang Maha pemurah, yang menciptamu dari tiada dan mencipta postur tubuhmu sebagai mana yang terjadi pada dirimu dengan bentuk yang telah ditentukan oleh Allah Swt”

كَلا بَلْ تُكَذِّبُونَ بِالدِّينِ، وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ، كِرَامًا كَاتِبِينَ، يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ، إِنَّ الأبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ،

“namun sebagian dari kalian mendustakan Ku kata Allah, mendustakan agama Allah, mendustakan tuntunan ilahi, padahal kalian itu ada yang mengawasi, yang mengetahui apa yang kalian perbuat, malaikat yang berada dikanan dan kiri kita terus mencatat perasaan, pemikiran dan perbuatan dan ucapan kita, sungguh orang orang yang baik mereka yang berada didalam kenikmatannya kekal”

selesai semua, selesai semuanya apa – apa yang mereka bingungkan, selesai tidak ada lagi kebingungan,

وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ، يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّينِ، وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَائِبِينَ ،

“ mereka yang berbuat kehinaan tempatnya di neraka jahim, mereka menolak cinta Ku, mereka menolak rindu pada Ku, mereka menolak menyembah Ku, mereka terus menyekutukan Ku, tempat mereka neraka jahim, mereka menolak kasih sayang Ku, mereka menolak pengampunan Ku, mereka menolak Rahmat Ku, mereka menolak menghadap kepada Ku, mereka terus berdoa dan meminta dan tidak meminta kepada Ku, mereka lewatkan hari – harinya dengan pengingkaran dan kehinaan dan terus berbuat dzhalim atas dirinya, dan atas orang lain, tempat nya neraka jahim, mereka akan memasuki neraka jahim para pembuat kehinaan, kerusakan, kedzhaliman”

yang barangkali kita sekarang sudah gerang dengan perbuatan jahat yang barangkali tidak tertindak, namun akan datang waktunya mahkamah terluhur mengadili semua kejadian dengan seadil adilnya tempat yang berbuat jahat adalah neraka jahim, tempat yang mencintai sang Nabi dan beriman kepada Allah saw adalah kenikmatan yang kekal,

وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ، ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ، يَوْمَ لا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِنَفْسٍ شَيْئًا وَالأمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ.

“ tahu kah kalian hari kebangkitan itu dan tahu kah kalian hari kebangkitan itu, hari dimana manusia tidak lagi memiliki dirinya, hari itu semua masalah kembali kepada Allah subhanahu wata'ala”

ia punya tangan tangan yang tidak bisa diperintah tangan yang bersaksi atas dosa – dosanya, tangan yang bersaksi atas pahalanya, tangan yang bisa berkhianat padanya dan bisa berbakti padanya selama ia bakti pada Allah anggota tubuhnya bakti padanya untuk membelanya.

ketika salah seorang hamba ditimbang dalam timbangan amal lalu ia di perintahkan untuk masuk kedalam neraka karena sudah kehabisan amal, dosa nya lebih banyak dari pahala lalu matanya menjerit kepada Allah, Wahai Allah aku tidak mau masuk kedalam neraka karena NabiMu Muhammad Saw telah bersabda bahwa para mata yang mengalirkan air mata karena saat berdzikir memanggil nama Mu maka tidak akan disiksa oleh Allah subhanahu wata'ala, maka aku tidak mau masuk neraka biarkan tubuh yang lain masuk neraka, aku tidak mau masuk karena sudah janji Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, maka Allah subhanahu wata'ala memerintahkan hamba itu keluar dari neraka maka teriaklah Jibril Alaihi Salaam :

“hamba Allah, umat Muhammad subhanahu wata'ala salah seorang umat Muhammad mendapat syafa’at sebab air matanya”

setetes air matanya mengalir saat ia berdoa kepada Allah, ia di syafa’ati oleh matanya sendiri hadirin hadirat sabda Rasul riwayat Shahih Bukhari salah satu dari kelompok yang dinaungi Allah :

رَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“ orang yang mengingat Allah, saat ia mengingat Allah, saat ia merenung tafakkur mengingat Allah, rindu dia kepada Allah, cinta dan haru ia kepada Allah, mengalirlah tetesan – tetesan air matanya”

Para salafu shaleh kalau mereka berdoa lalu menangis mereka mengusapkan air matanya keseluruh tubuhnya, keseluruh wajahnya untuk mengambil kemuliaan dan keberkahan dari air mata khusyu’.

Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Allah subhanahu wata'ala Maha luhur, bulan ini bulan sya’ban terdapat banyak hal – hal tabu di bulan ini diantaranya berpindahnya kiblat dari masjidil Aqsa ke masjidil Haram dengan doa dan keinginan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam,

Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam surat al Baqarah dijelaskan

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

“Kami (kata Allah), Aku melihat kau sudah ingin, wajahmu terlihat menoleh noleh kelangit menanti perintah” (QS Al Baqarah 144)

maksudnya apa? Berharap agar kiblat dipindahkan, kenapa kiblat ke palestina? Karena saat itu Allah subhanahu wata'ala memerintahkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkiblat kepalestina agar orang – orang yahudi masuk islam, orang yahudi masuk islam karena merasa kiblatnya sama dengan muslim, namun ketika Rasul memindahkan kiblatnya ke ka’bah, maka banyak orang – orang yahudi yang protes hingga mereka mundur dari masuk islam.

Hadirin hadirat yang dimuliakna Allah,
Aku melihat kau kata Allah subhanahu wata'ala, kau sudah berpaling menoleh menanti keputusan turunnya ayat untuk diizinkan pindah kiblat, karena kiblat hanya arah saja, bukan ka’bah itu adalah Allah, banyak arah untuk mengarahkan jasad kita kesatu arah diseluruh dunia ini dalam melakukan shalat kita hanya dibutuhkan arah saja, Masjidil Aqsa, mau kemana, mau kemana cuma Rasul shallallahu 'alaihi wasallam ingin merubah ke Masjidil Haram,

فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا

“Allah berkata’’ kami hadapkan engkau ke kiblat yang engkau inginkan wahai Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam”

Rasul inginkan kiblat ke ka’bah Allah berkata
”akan kami palingkan engkau pada kiblat yang engkau inginkan” maka Rasul menghadapkan dirinya ke ka’bah maka turun lagi kalimat selanjutnya :

فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

setelah beliau menghadapkan dirinya ke ka’bah Masjidil Haram, turun lagi kalimat
“maka hadapkan wajahmu mulai saat ini ke Masjidil Haram jika melakukan shalat”

kiblat itu tidak punya satu norma apa – apa tapi karena di pilih oleh Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Rasul tidak memilih ka’bah sebagai kiblat, masih palestina kiblat kita, Allah Maha tau kiblat itu nantinya di ka’bah bukan dipalestina jadi Allah menanti dan ingin menunjukan pada umat ini betapa Allah mencintai dan tidak ingin melukai perasaan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ini yang ingin Allah ingin tunjukkan pada ummatnya, ummat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam agar faham kiblat sampai berubah dengan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menginginkannya Allah palingkan kiblat itu ke ka’bah mudah saja Allah menggantikan kiblat ke arah yang di inginkan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Hadirin hadirat Allah munculkan hal itu didalam Al Qur’anul karim itu terjadi di bulan sya’ban demikian kejadian itu diriwayatkan didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari
oleh hujjatul islam al Iman Ibn Hajar Al Asqalaniy dan juga lainnya bahwa kejadian itu terjadi di bulan sya’ban dan pada bulan sya’ban bukan hanya itu, tapi peperangan bani mushthaliq terjadi di bulan sya’ban, dan juga peperangan tabuk terjadi di bulan sya’ban dan juga dibulan sya’ban kelahiran Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib Kw, Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib lahir dibulan sya’ban didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari oleh hujjatul islam al imam Ibn Hajar Al Asqalaniy bahwa kelahiran Sayyidina Husain itu dibulan sya’ban tahun ke 4 hijriyah dan wafat pada tahun 51 atau 52 hijriyah di Karbala di Iraq, wafatnya disitu Sayyidina Husain bin ali cucunya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Yang terakhir yang saya sampaikan dibulan sya’ban ini juga turunnya firman Allah subhanahu wata'ala :

إِنَّ اللهَ وَمَلاَ ئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِ ينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sungguh Allah dan para malaikat melimpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, wahai orang – orang yang beriman perbanyak shalawat dan salam kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan seindah indahnya salam” )QS Al Ahzab 56)

inilah kejadiannya dibulan sya’ban dijelaskan oleh hujjatul islam wabarakatul al iman Jalaludin Abdurrahman Assuyuthi didalam kitab Asyifa asbabul nuzulnya.

Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
jelaslah bulan sya’ban banyak sekali kemuliaan dan kepadanya terdapat malam nisfu sya’ban, malam pertengahan sya’ban yang sangat padanya mengandung banyak keluhuran dan bulan sya’ban ini mengingatkan kita pada bulan teragung dan hari – hari teragung, siang – siang teragung, malam – malam teragung yaitu Ramadhan al mukaram yang setiap harinya pahala dilipatkan 700 kali lipat dan lebih, karena diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa pahala dilipat kalikan 10 kali dan 700 kali lipat demikian riwayat Shahih Muslim, namun didalam shahih Muslim disebutkan 10 kali lipat hingga 700 kali lipat atau lebih dalam Shahih Muslim demikian penafsiran al imam Nawawi didalam syarah Nawawi pada Shahih Muslim dijelaskan kalau yang 10 kali lipat itu pada waktu biasa dan biasa bertambah disaat saat lain, misalnya dimajelis ta’lim, dimajelis dzikir, tanah suci, dibulan suci, di hari suci itu bias mencapai 700 kali lipat khususnya dibulan Ramadhan setiap amalan dikalikan 700 kali lipat.

Hadirin hadirat kita puasa sebulan sama dengan puasa 700 bulan karena digandakan 700 kali lipat, 700 bulan tidak berapa lama dibagi 12. Hadirin hadirat demikian pahalannya Ramadhan secara harfiah saja tapi lebih dari itu karena Allah subhanahu wata'ala menyampaikan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diriwayatkan dalam Shahih Bukhari akan kita lewati haditsnya nanti bahwa bagi puasa itu Allah subhanahu wata'ala yang membalasnya langsung, bukan dengan perhitungan 10, 20,100,700 Allah subhanahu wata'ala yang membalas langsung.
“Puasa, khusus ibadah puasa itu untuk Ku kata Allah subhanahu wata'ala, Aku sendiri yang akan mengganjarnya”
kalau sudah Allah yang mengganjar bukan urusan munkar nakir nulis 700 kali lipat, langsung Rabbul’alamin yang memberikan lebih dan lebih dan lebih.

Hadirin hadirat yang dimuliakna Allah,
saya tidak berpanjang lebar menyampaikan tausiyah semoga Allah subhanahu wata'ala memuliakan hari – hari kita, semoga kita memasuki malam 1 sya’ban dengan seindah – indah keadaan dan meninggalkan seluruh dosa – dosa kita selesai dengan berpisahnya kita dengan bulan Rajab, hingga rajab membawa seluruh dosa – dosa kita kepada rahasia pengampunan Allah subhanahu wata'ala, masuklah kita kedalam sya’ban.

Rabbiy cabut kami dari segala kesusahan, cabut kami dari segala rintangan, cabutlah dari fitnah dan segala apa yang mempersulit ibadah kami dan merintangi kami, singkirkan musibah yang datang pada kami, lunaskan semua hutang – hutang kami selesaikan segenap hajat kami, jangan Kau lewatkan malam ini kecuali esok terbit dengan segala jawaban doa – doa kami,

Ya Rahman Ya Rahim jangan kau terbitkan matahari esok kecuali Kau jawab seluruh doa jama’ah yang hadir semua, Kau jawab seluruh wajah – wajah kami ini esok pagi sudah cerah terang benderang menghadapi kabar – kabar gembira atas jawaban doa – doa kami.

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ...

Ucapkanlah bersama-sama

يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله..

Tunjukan Keagungan Nama Mu ya Allah, buktikan keagungan dzikir menyebut Nama Mu ya Allah, agar kami tau betapa Agungnya ke Agungan Nama Mu, betapa besar anugerah yang Kau Limpahkan bagi mereka yang menyebut Nama Mu

يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ

Majelis Rasulullah

Nabi Muhammad SAW Mi'raj Ke Langit

Forsantri 16.08 Add Comment
Nabi Muhammad SAW Mi'raj Ke Langit
:
لَمَّا عُرِجَ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِلَى السَّمَاءِ، قَالَ رسول صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَتَيْتُ عَلَى نَهَرٍ، حَافَتَاهُ قِبَابُ اللُّؤْلُؤِ، مُجَوَّفًا فَقُلْتُ مَا هَذَا يَا جِبْرِيلُ..؟، قَالَ هَذَا الْكَوْثَرُ

( صحيح البخاري )

Dari Anas ra berkata :
" Ketika nabi saw diangkat untuk Mikraj ke Langit, bersabda Rasulullah saw : aku telah mengunjungi sebuah sungai, yg dikelililingi kubah kubah Mutiara yg berongga rongga” ". ( Shahih Al Bukhari )


ImageAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ

Limpahan Puji Kehadirat Allah Maha Raja Tunggal dan Abadi, Maha Melimpahkan keindahan Dzat Nya, yang merupakan isyarat dengan penciptaan alam semesta, merupakan lambang yang menyeru hamba Nya untuk mendekat, kepada keridhaan, kepada pengampunan, kepada kesucian, kepada keluhuran, kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, dari yang Maha Tunggal Menguasai kerajaan dunia dan akhirat, Allah Maha penguasa dan Maha menguasai setiap kejadian, Maha Menawarkan kedekatan dan Cinta Nya kepada hamba-hamba Nya, dan Maha Menghibur hamba agar jangan risau ingin dekat dan putus asa dari Rahmat Nya, Dialah Allah, Yang telah menyeru para pendosa dengan Firman Nya :
“Katakanlah Wahai hamba-hamba Ku, yang telah melampaui batas dalam berbuat dosa jangan berputus asa dari kasih sayang Allah, sungguh Allah Maha Mengampuni semua dosa, dan sungguh Allah Maha pengampun dan berkasih sayang” (QS Azzumar 53)
Diriwayatkan oleh Hujjatul Islam wabarakatul anam Al Imam Qadhi’iyad didalam kitabnya Assyifa, menukilkan riwayat ayat ini adalah :
Ketika Sang pembunuh Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib radhiyallahu'anhu pamannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu Wahsyi seorang budak yang memang sengaja membunuh Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthallib radhiyallahu'anhum di dalam perang Uhud, di saat perang Uhud itu Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthallib di tombak dari kejauhan dari belakang tubuhnya hingga wafat dan Wahsyi tidak cukup hanya dengan itu, Wahsyi membelah dada Sayyidina Hamzah, mengeluarkan jantungnya, memotong hidung dan telinga dan bibir dan mencungkil ke dua matanya lantas di bawakan kepada Hindun.

Hadirin Hadirat, inilah dosanya Wahsyi orang yang telah membunuh pamannya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, lalu mengeluarkan jantungnya dari dadanya, jenazah itu di robek dan di keluarkan jantungnya, di cungkil ke dua mata, bibir, hidung dan kedua telinganya dan di bawakan untuk tuannya.
Lalu di saat itu, disaat Fatah Makkah, Rasul shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke Makkah dengan 100 ribu muslimin muslimat, Wahsyi melarikan diri, ia menjauhkan diri sampai kepantai, Istrinya datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :
“Wahai Rasul, suamiku mempunyai dosa yang sangat besar, kalau ia masuk Islam dan bertaubat, apakah suamiku di ampuni ?”
Maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata
“Allah memaafkan semua yang terdahulu jika orang mau bertaubat, masuk Islam Taubat sudah tidak ada lagi dosa”
Maka Istrinya pun menemui Suaminya di pantai, berkata Rasul shallallahu 'alaihi wasallam
“Allah akan mengampuni semua yang Lalu kalau kau mau bertaubat dan masuk Islam”
Wahsyi berkata pada Istrinya :
“kamu tahu bahwa Rasul shallallahu 'alaihi wasallam tahu kamu istri saya?”
maka berkata Istrinya :
“tidak ku sampaikan”
“katakan dulu, mustahil aku diampuni”
Maka Istrinya balik lagi kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :
“Ya Rasulullah, apakah betul semua dosa akan di ampuni??? suamiku ketakutan”
Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata :
“sudah kusampaikan beberapa waktu yang lalu, Allah memaafkan apa-apa yang terdahulu”
Maka Istrinya berkata :
“Ya Rasulullah, suamiku adalah Wahsyi yang telah membunuh pamanmu, merobek dadanya, mengeluarkan jantungnya, mencungkil kedua matanya, dan memotong bibir, hidung dan kedua telinganya”
Berubah wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau terdiam dan tidak menjawab, menunduk, Turunlah ayat :
“Katakan Wahai hamba-hambaku yang telah melampaui batas dalam berbuat dosa, jangan berputus asa dari kasih sayang Allah, Allah mengampuni semua dosa”
Rasul menyampaikannya kepada para Shahabat dan kepada Istrinya dan Istrinya menyampaikan kepada Suaminya datanglah Wahsyi masuk Islam, Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata “kau wahsyi yang telah membunuh pamanku? Hamzah bin Abdul Muthallib”
“Betul wahai Rasul, aku telah berbuat ini dan itu”
“kumaafkan kesalahanmu, namun satu hal, jangan perlihatkan wajahmu lagi di hadapanku setelah ini”
“kenapa wahai Rasulullah, bukankah kau sudah memaafkan aku?”
“aku sudah memaafkanmu, tapi kalau aku lihat wajahmu aku terbayang wajah Hamzah bin Abdul Muthallib yang rusak di hancurkan olehmu saat itu, aku teringat wajah Hamzah, makanya jangan muncul di hadapanku lagi”

Wahsyi kemudian terus kecewa di dalam hatinya sampai munculnya Musailamah Al Kaddzab musuhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata “nah ini tombak yang kugunakan untuk membunuh Hamzah bin Abdul Muthallib akan kugunakan juga untuk membunuh Musailamah Al Kadzab, barangkali sedikit bisa menebus dari pada kesalahan ku yang lalu”, namun kita lihat Sang Maha Lembut Rabbul’alamin berbuat kepada orang yang demikian, Wahsyi, Allah menjawab keputus asaannya dengan kasih sayang Allah yang berkata pada istrinya “mustahil aku di ampuni karena aku sudah berbuat dosa yang sangat besar, membunuh pamannya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam” namun justru Allah memanggilnya untuk kembali kepada cintanya, “jangan putus asa dari kasih sayang Allah” kenalilah Tuhan mu yang Maha Lembut dan Maha Berkasih sayang, tiada yang lebih lembut dari Nya, tiada yang lebih santun dari Nya, Tiada yang lebih menerima dari Nya, tiada yang lebih mengerti dan memahami keadaan kita kecuali Allah Yang Mencipta kita dari tiada, Yang Mengetahui setiap Detik hari-hari kita yang lalu dan yang akan datang, yang memberi kita dengan pemberian tidak bisa di beri oleh makhluk satu sama lain, yang paling berkasih sayang lebih dari semua yang mencintai kita, Dialah Allah, yang telah mengutus hamba yang paling di Cintai Nya, Yang mempunyai sifat yang sangat lemah lembut Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Shahibul Akhlak Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Shahibul Isro’ Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Shahibul Mi’raj Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Pemimpin kita dan idola kita yang berlemah lembut dan tiada manusia yang lebih lembut dari Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Rasul shallallahu 'alaihi wasallam : “Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, sebaik baiknya manusia, budi pekerti dan tubuhnya”
dan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam telah disampaikan oleh Allah subhanahu wata'ala:
“Sungguh engkau mempunyai akhlak yang agung”(QS Nun 4)

Dan firman Allah swt pula :
“Telah datang kepada kalian utusan dari bangsa kalian, berlemah lembut dan sangat peduli atas musibah yang menimpa kalian dan sangat berlemah lembut kepada hamba-hamba Allah yang beriman dialah Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam” (QS Attaubah 128)

Orang yang paling mencintai kita dari semua orang yang cinta pada kita Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, hadirin hadirat malam-malam agung ini, mengingat dan mengundang ruh dan jiwa kita mengingat peristiwa Mi’raj Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang naik ke langit dengan undangan tunggal dari Rabbul’alamin, tidak mengundang siapapun selain Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk datang menghadap, hingga Beliau shallallahu 'alaihi wasallam diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari:
“Datang kepadaku Jibril a.s dengan dua lainnya, lantas ia membelah dadaku dan mencuci dadaku dari mulai urat leherku sampai perutku lantas kemudian membawa Baki dari emas dan menuangkan Iman dan Hikmah kedalam sanubariku, lalu mengembalikan posisi tubuhku seperti semula, lalu membawaku Mi’raj menuju Masjidil Aqsha dan di Masjidil Aqshalah aku bertemu para Nabi dan Rasul lantas kemudian aku mulai naik melintas langit dunia”
kita fahami langit di dunia luasnya sudah tidak terhingga, manusia belum mencapai ujung batasnya karna terdapat padanya triliunan Galaksi dan belum terhitung triliunan lainya yang jarak Galaksi terdekatnya yaitu Andromeda sudah dua juta tahun kecepatan cahaya, bagaimana Galaksi yang terjauh dan itu semua baru dilangit dunia, karena Allah berfirman :
“kami jadikan di langit dunia itu bintang-bintang yang bercahaya, menunjukan semua planet-plenet itu baru di langit yang pertama” (QS Al Mulk 5)
Dan Rasul menembus batas langit yang pertama itu, bukan Galaksi yang terdekat tapi ke ujungnya, bersama Jibril As dalam beberapa kejap saja, jauh lebih cepat dari kecepatan cahaya, kalau kecepatan cahaya butuh waktu dua juta tahun menuju Galaksi yang terdekat (Andromeda), bagaimana Galaksi yang miliaran lainnya, gugusan-gugusan bintang yang berjumlah Miliyaran di angkasa ini kesemua jarak itu di tempuh dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari kecepatan cahaya, sampailah ke batas langit pertama,
Jibril memerintahkan pintu langit di buka untuk Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, maka berkata para malaikat penjaga pintu langit
“Siapa yang bersamamu wahai Jibril”
Jibril berkata :
“Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam”
“apakah ia sudah waktunya di utus dan bangkit?”
Berkata Jibril :
“Betul”
Maka Malaikatpun membuka pintu langit pertama dan berkata
“Selamat datang untuknya, semulia-mulia datang kelangit pertama telah datang”
Fahamlah kita dari ucapan ini, tidak ada satupun makhluk yang lebih mulia menginjak langit pertama melebihi Sayyidina Muahmmad shallallahu 'alaihi wasallam.

Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari :
“Selamat datang untuknya, semulia-mulia yang datang telah datang kelangit pertama”
Hadirin hadirat disaat itu berjumpa dengan Nabiyallah Adam a.s, yang mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dengan ucapan
“selamat datang wahai Nabi Yang Shaleh wahai keturunanku yang Shaleh”
Maka saat itu Rasul shallallahu 'alaihi wasallam melihat dikanan Nabi Adam jika dia melihat kekanan dia tertawa dan tersenyum jika dia melihat kekiri dia menangis,
Maka berkatalah Rasul kepada Jibril : “wahai Jibril kenapa Nabi Adam ini kalau melihat kekanan dia tersenyum, kalau lihat kekiri dia menangis?”
Berkatalah Jibril : “Kalau ia melihat kekanan, dia melihat arwah keturunannya yang Shaleh, kalau ia melihat kekiri ia melihat arwah keturunannya kufur dan jahat sehingga menangis jika melihat kekiri lantas beliau tidak melihat ke kanan semua manusia yang ada di permukaan bumi ini dan bangsa seluruh bangsa, afrika, amerika, Cina, Jepang, Arab dan seluruh bangsa yang ada di muka bumi ”
Ruh keturunannya yg beriman dan shalih itu membuat Nabi Adam a.s tersenyum pada mereka, wafat dalam keshalehan dan menangis melihat keturunannya yang wafat didalam hal yang mungkar.

Hadirin hadirat lalu Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menembus langit yang ke dua dan bertemu dengan Nabi Isa bin Maryam a.s dan di sambut oleh Nabi Isa a.s demikian didalam Shahih Bukhari dengan ucapannya : Tiadalah malaikat membukakan pintu kecuali bertanya
“siapa yang bersamamu wahai Jibril hingga kau perintahkan membukakan pintu langit ke dua”
Jibril berkata :“Yang bersamaku Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam”
Maka iapun berkata : “Selamat datang untuk Sang Nabi, semulia mulia yang datang di langit ke dua telah datang”
Dibukalah pintu-pintu langit ke dua untuk menyambut Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan mereka pun menyambut gembira, para malaikat berdesakan menyambut kedatangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Demikian Riwayat Shahih Bukhari.
Lalu dia menembus langit yang ketiga Rasul shallallahu 'alaihi wasallam dan berkatalah Jibril
“Bukakan seluruh pintu langit” Berkatalah Malaikat langit ke tiga : “Siapa Yang bersamamu wahai Jibril, sampai aku harus membukakan pintu langit ketiga ini” Jibril berkata : “Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam” maka berkata para malaikat dengan ucapan yang sama “apakah sudah di utus?” dijawab oleh Jibril as : “Sudah”
“Selamat datang untuknya semulia-mulia yang datang di pintu langit ke tiga”
Pintu langit ketiga dibuka dan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bertemu dengan Nabiyallah Yusuf a.s., Lantas Beliau naik kelangit ke empat dengan sambutan yang sama di buka pintu langit ke empat untuk Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, disambut oleh para Malaikat dan para Nabi, di sambut di langit ke empat Oleh Nabi Idris a.s lantas di langit ke lima di sambut pula oleh para Nabi di langit keenam di sambut Oleh Nabiyallah Musa a.s, dalam satu Riwayat di dalam Shahih Bukhari didalam riwayat lainnya oleh Nabiyallah Ibrahim juga dalam Shahih Bukhari teriwayatkan, dalam langit ke tujuh berjumpa dengan Nabiyallah Musa dalam Riwayat lainnya Nabiyallah Ibahim a.s, lantas Rasul berkata setelah itu aku di naikkan ke Baitul Ma’mur yang tempatnya tepat berada diatas Ka’bah, lantas aku berkata pada Jibril, “apa ini wahai Jibril?”
Jibril berkata :
“ini Baitul Ma’mur, 70 ribu malaikat shalat setiap harinya dan keluar dari Baitul Ma’mur 70 ribu dan tidak pernah kembali lagi terus keluar 70 ribu tepat diatas ka’bah al Musyarrafah tempatnya”

Hadirin hadirat lantas Rasul shallallahu 'alaihi wasallam dinaikan lagi sampai mendengar lauhul mahfud (ketentuan takdir) sampai ia mendengar yaitu keputusan-keputusan Allah subhanahu wata'ala lantas setelah itu di perintah untuk menghadap langsung kepada Allah subhanahu wata'ala, Jibril berhenti tidak meneruskan menemani lagi, karena dalam riwayat yang lainya Jibril berkata : “aku tidak mampu terus menghadap kepada Allah karena tidak di izinkan untuk menghadap, hanya engkau yang di izinkan untuk menghadap, kalau aku naik aku akan hancur terbakar dengan cahaya hijab, dari hijabnya Allah subhanahu wata'ala, cahaya dari 70 ribu tabir cahaya yang menutupi makhluk dengan Al Khaliq, jika sampai aku ke hijab itu aku akan terbakar” kata Jibril.
70 ribu tabir terbuka untuk Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari berjumpa dengan Allah subhanahu wata'ala, dan Allah subhanahu wata'ala telah berfirman :
“saat itu sangat dekat dia dengan Allah subhanahu wata'ala” (QS Annajm 8-9)
Diriwayatkah didalam Assyifa oleh Hujjatul Islam Al Qadhi’iyad alaihi rahmatullah bahwa di saat itu Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan :
“saat aku naik menuju Mi’raj aku melihat dilangit itu para malaikat gemuruh dengan dzikir dan tasbih dan warna dan bentuk yang belum pernah aku lihat di permukaan bumi ada warna seperti itu dan bentuk seperti itu dan kulihat hamparan surga itu bentangan tanahnya adalah Misk yang di keringkan, minyak wangi yang mengering dari indahnya di campur dengan berlian dan juga mutiara dan kemudian aku sampai ketika menembus Muntahal khalai’iq (batas akhir seluruh Makhluk) tidak lagi kudengar satu suarapun, sepi dan senyap, tidak ada lagi bentuk dan warna warni dan saat itu akupun mendengar satu suara :
b>“mendekat mendekat wahai Muhammad, tenangkan dirimu dari ketakutanmu wahai Muhammad”
maka beliau pun bersujud lalu berkata : Attahiyyatul Mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatu lillah“ (Rahasia keluhuran, kebahagiaan, kemuliaan, keberkahan, milik Allah dan untuk Allah subhanahu wata'ala)
maka aku mendengar jawaban kata Rasul : Assalaamu alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakaatuh”, (Salam sejahtera wahai Nabi dan Rahmatnya Allah, dan keberkahannya)
Maka aku menjawab : “Assalaamu alaina, wa alaa ibaadillahisshaalihiin” (Salam sejahtera bagi kami (yaitu aku dan ummatku), dan hamba hamba yg shali (yaitu para nabi dan malaikat)
Beliau tidak mau mengambil rahasia salam sejahtera dari Allah sendiri, tapi ingin menyertakan Ummat Beliau shallallahu 'alaihi wasallam dengan ucapan :
“salam sejahtera untuk kami dan para hamba Allah yang Shaleh yaitu para malaikat dan para Rasul dan Nabi”

Demikian sebagian ulama menjelaskan.
Hadirin hadirat maka di wajibkannya 50 waktu shalat, lantas beliau turun berjumpa dengan Nabiyallah Musa As,
“apa yang dikatakan Tuhanmu?”
“aku di berikan hadiah untuk membawa shalat 50 waktu”
“baliklah..!, bani Israil tidak mampu melakukan 50 waktu apalagi ummatmu, Ummatmu lebih pendek usianya, lebih lemah, lebih tidak berdaya, balik lagi minta kekurangan”
maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam kembali di kurangi 10 waktu, ketika meminta kekurangan seraya berkata :
“Wahai Allah sungguh Ummatku sudah sangat lemah dibanding ummat-ummat sebelumnya” Maka Allah subhanahu wata'ala menguranginya 10 menjadi 40 waktu,
Dia turun pada Nabiyallah Musa, Musa a.s berkata :
“apa yang kau dapat, di kurangi berapa?”
Rasul saw menjawab : “sepuluh”
“balik lagi, 40 waktu tidak mampu ummatmu, minta dikurangi lagi, minta keringanan”
Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam balik lagi pada Allah, dikurangkan lagi 10 hingga demikian sampai 5 waktu yaitu beliau bulak balik demi minta keringanan.

Didalam salah satu riwayat Nabiyallah Musa a.s itu ketika beliau a.s diriwayatkan didalam riwayat yang tsiqah (riwayat yang kuat), saat beliau mendengar firman Allah Swt di bukit Tursina maka itu bukan di langit, tapi di bukit Tursina saat ia mendengar firman Allah Swt di bukit Tursina, ia pun turun di bukit tursina ia menutup telingannya dari semua suara benda dan hewan karena ia tidak tahan mendengar buruknya suara benda dan hewan karena telah mendengar suara yang sangat begitu lembut dan indah mewakili firmannya Allah Swt tidak kuat mendengar suara air, suara burung, suara manusia, suara hewan menyakiti telinga Musa a.s, itu Nabiyallah Musa a.s di dunia maka bercahaya terlihat diwajah Nabiyallah Musa dilihat oleh istri dan anak-anaknya demikian terang benderang wajahmu Nabiyallah Musa As berkata : aku tadi mendapat firman Allah Swt, maka ketika di malam isra’ wal mi’raj beliau Musa a.s melihat Rasul Saw kembali kehadapan Allah Swt dengan wajah yang terang benderang bias dari cahaya Rabbul’alamin subhanahu wata'ala, Nabiyallah Musa a.s bahkan mencari alasan supaya Muhammad kembali lagi ke atas supaya bisa balik lagi, jumpa lagi, melihat lagi cahaya keindahan Allah, wajah Beliau bagaikan cermin yang mencerminkan cahaya keagungan Ilahi, balik lagi keatas, balik lagi hingga berkali kali Nabi Musa a. bisa menikmati bias dari cahaya keindahan Rabbul’alamin yang terlihat di wajah Sayyidina Muhammad Saw dan setelah itu Nabiyallah Musa pun ketika Rasul berkata :
“sudah cukup 5 waktu tadi sudah di beri pahala 50 waktu oleh Allah subhanahu wata'ala”
kembali lagi, Rasul berkata : “aku sudah malu, karna Allah Swt sudah berfirman : “ Aku sudah lewatkan dan sudah jalankan fardhu Ku untuk hamba-hamba Ku”(Shahih Bukhari)
yaitu Allah Swt telah menentukannya dan tidak lagi merubahnya 5 waktu, Allah Maha tahu shalat itu 5 waktu bukan 50 waktu, namun Allah ingin memberi isyarat kepada sang Nabi dan kepada ummat beliau yaitu kita berapa besarnya rindu kita kepada Allah Swt, berapa besarnya rindu Allah pada kita, Allah meminta 50 kali kita menghadap, kita 5 kali saja ada yang masih malas dan keberatan, berapa cinta Allah kepada kita, berapa cinta kita kepada Allah, Allah minta 50 kali, karena kita lemah kita diberi 5 kali tapi sama dengan 50 waktu seakan akan 50 kali menghadap Allah, inilah cinta nya Rabbul’alamin kepada mu.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
bahkan ketika Rasul saw turun melihat Musa a.s menangis lalu berkata :
“wahai jibril kenapa ia menangis” Jibril a.s berkata :
“karena ia menangisi, ia telah menyeru kepada Allah subhanahu wata'ala , inilah Nabi yang paling mulia melebihi ummatnya yang lebih banyak dari ummatku dan yang masuk surga dari ummatnya lebih banyak dari ummat ku”
maka menangis Nabiyallah Musa a.s berpisah dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam karena Rasul shallallahu 'alaihi wasallam kembali membawakan kepada kita hadiah Ilahiyah berupa 5 waktu yang luhur, 5 waktu suci untuk menghadap Ilahi, jiwa dengan jiwa, ruh dengan ruh, sanubari menghadap Allah subhanahu wata'ala dengan saat ruh menghadap Allah subhanahu wata'ala walaupun jasad kita di bumi tapi ruh dan jiwa kita dan sanubari kita saat mulai kita takbiratul ihram hingga selesai shalat yaitu salam, mulai takbiratul ihram hingga salam saat itu kau terbuka hijab antara kau dengan Allah subhanahu wata'ala berhadapan dengan Rabbul’alamin, sebagaimana hadits Rasul shallallahu 'alaihi wasallam diriwayatkan didalam Shahih Bukhari :
“barang siapa yang melakukan shalat sungguh ia sedang berbicara dan bercakap cakap dan menghadap Allah subhanahu wata'ala”
Inniy wajjahtu wajhiya lilladziy fatharassamaawaati wal ardhi….dst “ sungguh kuhadapkan jiwaku, hatiku, wajah hati ku, kepada yang menciptakan langit dan bumi yaitu Allah subhanahu wata'ala..”

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikian rahasia keluhuran didalam mi’raj sekilas kita buka namun masih lagi banyak bagaikan samudera yang sangat luas yang tidak bisa diceritakan dengan lisan diantaranya adalah ucapan para penyair bahwa ketika Nabi Musa a.s menghadap Allah Swt di Bukit Tursina, maka disaat itu perintahkan kepada Musa :
“lepas kedua sandal mu wahai Musa kau berada di lembah yang suci” (QS Thaahaa 12)
maka disaat Rasul shallallahu 'alaihi wasallam Mi’raj naik ke hadhratullah tidak di perintah membuka kedua sandalnya, maka berkata para penyair dalam syairnya manakah yang lebih mulia sandal atau Jibril a.s, jibril tidak biasa naik kehadhratullah sandalnya Rasulullah naik ke hadhratullah subhanahu wata'ala, tentu jibril a.s lebih mulia dari sandal, sandal hanya terbuat dari kulit kambing tapi karena sandal terikat dengan kaki Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam walaupun terbuat dari kulit kambing karena terikat dengan kaki Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, demikian pakaian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam naik ke hadirat Allah shallallahu 'alaihi wasallam, tidak diperintah membuka kedua sandalnya sebagai tanda bahwa orang-orang yang terikat hatinya dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sangat dekat dengan Allah subhanahu wata'ala, Allah tidak perintahkan semua yang bersama Rasul untuk berpisah, bahkan sandalnya pun tidak diperintahkan dibuka menunjukkan lebih lagi hatinya yang terikat cinta pada Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, mereka mendapatkan rahasia kemuliaan isra’ wal mi’raj, seluruh ummat beliau buktinya, saat kita shalat kita mengulang kembali kalimat percakapan Allah dengan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam : yaitu : attahiyyatul Mubaarakaatu….dst.
kalimat itu kalimat percakapan antara Allah dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam kau ucapkan didalam shalat, setiap shalat kita mengucapkannya, rahasia keluhuran isra’ wal mi’raj tumpah pada kita 5 kali setiap harinya ingin lebih lakukan lagi, ada shalat dhuha, ada shalat witir, ada shalat tahajjud, ada shalat shalat luhur lainnya.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
demikian rahasia sekilas dari rahasia keluhuran shalat, tidaklah seseorang melewati hari-harinya di dalam shalat kecuali ia telah dalam keluhuran, diriwayatkan didalam shahih bukhari, sebagaimana hadits yang kita baca tadi, bahwa ketika Rasul shallallahu 'alaihi wasallam mi’rajh berkata Sayyidina Anas bin Malik ia melihat kubah-kubah yang terbuat dari mutiara yang ada danau disampingnya, kubah-kubah yang terbuat dari mutiara yang berlubang lubang dengan keindahan, maksudnya, berlubang lubang dengan indah mutiara mutiara itu, memberikan Tanya kepada jibril, “apa itu jibril ?”
berkata jibril “itu telaga al Kautsar”
itu telaga yang sangat indah Rasul berkata, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari atau riwayat lainnya bahwa jumlah cangkirnya sebanyak bintang di langit, cangkir-cangkir yang berada di telaga al-kautsar milik Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang Allah firmankan:
“Sungguh kami memberi kepadamu wahai Muhammad telaga al-kautsar, maka shalatlah kepada Allah, perbanyaklah doa dan berkurbanlah, dan orang-orang yang ingin mencelakaimu lah yang akan celaka dan terputus keturunanya” (QS Al Kautsar)
tiga ayat yang demikian singkat tapi mensiratkan betapa mulianya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang diberikan oleh Allah telaga al kautsar, didalam riwayat yang tsiqah (riwayat yang kuat) jika pecah salah satu pecahan kecil dari cangkir yang ada di telaga al kautsar jatuh kepermukaan bumi pecahan kecil itu lebih mahal dari seluruh perhiasan yang ada di muka bumi.

Hadirin hadirat bagaimana satu cangkir sempurna hati para sahabat dan para pecinta Rasul shallallahu 'alaihi wasallam mereka meminta kepada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, ya Rasulullah saat kami nanti di telaga al kautsar, saat itu kami tidak mau meminum dari gelasnya, lalu bagaimana? ingin meminum langsung dari telapak tanganmu ya Rasulullah, telapak tangan mu lebih mulia dari seluruh cangkir yang ada di telaga al kautsar.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
demikian para sahabat Rasul, radhiyallahu'anhum, berkata Rasul shallallahu 'alaihi wasallam di akhir masa hidupnya seraya bersabda :
“akan kalian lihat nanti setelah aku wafat hal-hal yang tidak menyenangkan, bersabarlah sampai kalian berjumpa dengan ku di telaga haudh” (Shahih Bukhari)
para pecinta Rasul shallallahu 'alaihi wasallam ditunggu oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di telaga haudh, semoga aku dan kalian dikumpulkan oleh Allah ditelaga haudh, ditelaga al kautsar bersama Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, bersama para muhaajiriin dan anshar, ahlul badr, ahlul uhud.

Rabbiy kami bermunajat memanggil nama Mu yang Maha luhur, yang Maha membuka rahasia keluhuran dunia dan akhirat, yang Maha memiliki rahasia kebahagiaan dunia dan akhirat, Maha memiliki kunci kunci kemudahan dunia dan akhirat, yang Maha memiliki cahaya kebahagiaan, keluhuran, pengampunan, dan kasih sayang, wahai yang berkasih saying kepada kami lebih dari semua yang mencintai kami, wahai yang Maha baik kepada kami lebih dari semua yang baik kepada kami.

Masing-masing hadirin mempunyai hajjat, mempunyai doa, mempunyai kebutuhan, ada yang terjebak hutang, ada yang terjebak masalah, ada yang terjebak kesedihan, ada yang terjebak kesusahan, ada yang igin bekerja belum bekerja, ada yang ingin punya keturunan belum punya keturunan, ada yang ingin menikah belum menikah, masing masing dengan hajjatnya, Rabbiy Engkau Maha melihat saat ini kepada segenap sanubari kami, (Firman Allah swt) : “apakah mereka mengira tidak ada satupun yang Melihat” (QS Al Balad.7) melihat mereka apakah mereka tidak mengira bahwa Allah Swt yang Maha Tunggal selalu melihat mereka, “Bukankah telah kami berikan pada mereka penglihatan, kami berikan pada mereka ucapan, kami berikan pada mereka dua jalan (kebaikan dan keburukan) (QS Al Balad 8,9,10), mana yang ingin mereka pilih didalam kedekatan kasih sayang atau dalam kemurkaan Ku, semoga aku dan kalian dan semua keluarga, dan keturunan kita disatukan oleh Allah dan dipastikan oleh Allah didalam orang orang yang diridhoi Allah, orang orang yang dimuliakan Allah, orang orang yang dilimpahkan rahmat oleh Allah setiap waktu dan saat.

Rabbiy bimbing kami, maafkan dosa dosa kami, tidak kami bangkit dari tempat ini kecuali kau sudah menghapus seluruh dosa dosa kami, dan dosa ayah bunda kami, dan dosa kerabat dan saudara kami, suami kami dan istri kami, anak anak kami dan keluarga kami yang masih mempunyai dosa dan belum terampuni hingga malam ini ampunkan seluruh dosa mereka ya Rahman ya Rahim.
Mereka yang telah wafat dari ayah bunda, dari keluarga atau teman atau kerabat yang barangkali hingga malam ini masih terhimpit di alam kubur, bebaskan dari segala kesusahan ya Allah, dan mereka yang didalam kemuliaan didalam kubur, tambahkan kemuliaannya, dan mereka yang masih hidup Rabbiy linpahkan Rahmat dan keluhuran untuk mereka dan untuk kami semua.

Wahai Nama yang mengawali segala-galanya dari tiada menjadi ada maka adakanlah segala apa yang kami minta, Wahai yang Maha mampu memberi melebihi semua yang mampu memberi, Wahai yang telah berfirman kepada kami (dalam hadits qudsiy) : “Wahai hamba-hamba Ku, jika berkumpul dari kalian seluruh jin dan manusia yang pertama dan yang terakhir di suatu lapangan yang multi luas, dan masing-masing kalian mempunya hajat dan meminta kepada Ku, (ada yang minta 1000 Surga, ada yang minta 1000 Arsy dengan masing-masing permintaannya) kuberikan semua yang kalian minta, tidak berkurang dari yang kumiliki, kecuali seperti jarum yang terangkat dari tengah lautan samudera” (Shahih Muslim)

Wahai Allah Yang Maha Luhur, limpahkanlah kami lebih dari apa yang kami minta, limpahkan permintaan kami lebih dari apa yang kami harapkan, ampuni semua dosa yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui, kami titipkan masa lalu kami dalam samudera pengampunan Mu, kami titipkan masa depan kami kepada samudera gerbang kebahagiaan Mu,

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ...

Ucapkanlah bersama-sama

يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله..

Limpahkan kedamaian, ketenangan, kebahagiaan, kesejukan dunia dan akhirat,
Kemakmuran Dunia dan akhirat,

يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله..

Kau terus memberi dan terus memberi, beribu-ribu anugerah Kau beri dalam sekali kami memanggil Nama Mu

يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله..

Wahsyi yang telah membunuh Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthallib, menghancurkan badannya dan menghancurkan wajahnya, lari karna putus asa dari Mu ya Allah, Kau memanggilnya kembali dari kasih sayang Mu, jangan putus asa dari kasih sayang Mu, alangkah indahnya Engkau

يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ

Ditulis Oleh: Munzir Almusawa
Friday, 25 June 2010


Makanan Yang Halal, Haram Dan Syubhat Senin, 14 Juni 2010

Forsantri 11.03 Add Comment
Makanan Yang Halal, Haram Dan Syubhat Senin, 14 Juni 2010
Ditulis Oleh: Munzir Almusawa
Wednesday, 23 June 2010

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ، زَمَانٌ، لَا يُبَالِي الْمَرْءُ، مَا أَخَذَ مِنْهُ، أَمِنَ الْحَلَالِ، أَمْ مِنْ الْحَرَامِ

( صحيح البخاري )

Sabda Rasulullah saw :
“Akan datang suatu masa dimana orang-orang tak perduli darimana nafkah yang diambilnya, apakah dari hal yang halal atau dari yang haram” (Shahih Bukhari)


ImageAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata'ala Maha Raja Alam Semesta, Masa Penguasa setiap waktu dan masa, Maha mengusai setiap kejadian, dan semua yang terjadi di alam kehidupan ini, alam yang fana dan alam yang abadi, alam yang abadi menantiku dan menanti kalian untuk mencapainya, untuk mendapatkannya, dengan seruan-seruan multi sempurna, dari Sang Pembawa kemuliaan di dunia dan akhirat, utusan yang paling di cintai Allah, makhluk yang paling di cintai Allah, Cinta Nya Allah sebagai hamba dan Rasul Nya, yang terbuka dari tuntunannya segala keridhaan Ilahi, Samudera yang Allah ciptakan, menjadi samudera keridhaan Allah, Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Samudera cahaya kasih sayang Ilahi Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Samudera Cinta Nya Allah Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Yang setiap gerak geriknya adalah Ridha Allah subhanahu wata'ala,
“katakanlah jika kalian mencintai Allah, ikutilah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, kalian akan di cintai Allah”
Cinta Allah, Allah simpan pada manusia yang bernama Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, orang yang paling lemah lembut di dalam ucapan dan perbuatannya, dan paling berkasih sayang dan paling pemurah dalam segala halnya dan orang yang paling baik kepadaku dan pada semua ummat nya di dunia dan di akhirat, tidak berhenti mendo’akan kita setiap saatnya, menjawab salam kita setiap saat, mendo’akan dosa-dosa kita agar di ampuni Allah, dan memuji Allah kalau kita berbuat baik, tidak meninggalkan kita walau telah wafat.
Telah bersabda Rasul shallallahu 'alaihi wasallam :
“kalau di datangkan kepadaku amal-amal kalian, jika amal kalian buruk, aku memohon pengampunan kepada kalian atas dosa-dosa kalian, jika amal kalian baik aku memuji Allah dengan ucapan Alhamdulillah”

Adakah orang yang kau cintai yang memohonkan pengampunan atas dosa-dosamu setiap kau berdosa ?
Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, idolaku dan idola kalian mendoakan kita setiap kita dosa, supaya segera di ampuni Allah, itulah Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, adakah idola selain Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ?.

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Allah subhanahu wata'ala berfirman :
“Mereka bertanya kapan hari kiamat ? mereka yang tidak beriman seakan-akan bertanya kapan datang siksaan mereka, orang yang menanyakan kapan hari kiamat tapi padahal mereka tidak melakukan sama saja dengan bertanya kapan siksaku akan datang”
Mereka yang menanyakan hari kiamat bukannya risau akan hari kebangkitan dan hari pertanggunganjawab, tapi karena ragu akan keberadaan Allah dan perjumpaan dengan Allah, dan ia menjadikan hari kiamat sebagai hari yang ringan-ringan saja, dipertanyakan kapan kiamat? Kapan kiamat ?.
Makanya diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari Rasul shallallahu 'alaihi wasallam ketika ditanya ”kapan hari kiamat?”, Rasul menjawab “apa yg kau persiapkan untuk hari kiamat?”
bukan kapannya, apa yang kau siapkan itu yang lebih penting kita renungkan jika kiamat terjadi, masih jauh atau sudah dekat, apa yang kita punya ?
Hadirin hadirat itu yang musti di siapkan kata Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, oleh sebab itu Allah menjawab “bertanya penanya kapan terjadinya siksaan yg akan terjadi itu?” ((QS Al Ma’arij 1)
Bertanya orang-orang tentang hari kiamat seakan-akan mereka bertanya tentang kapan siksa mereka terjadi, “bagi orang orang yg kufur tidak ada yg menolong mereka dari azab yg terjadi” ((QS Al Ma’arij 2)
itulah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, tidak ada perlindungan dari Allah subhanahu wata'ala dari Rabbul’alamin “Dari Sang Maha pemilik lorong-lorong yang menaikan hambanya menuju tempat-tempat yang lebih luhur”, ((QS Al Ma’arij 3). Mikraj adalah kenaikan, Rasul shallallahu 'alaihi wasallam mi’raj menuju Muntahal Khalaiq tujuh lapis langit sampai akhir dan batas seluruh makhluk, dari situlah Rasul shallallahu 'alaihi wasallam mencapainya, namun Mi’raj itu bukan hanya untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saja, tapi Allah memberi nama “Ma’rij” pemilik kenaikan, maksudnya bukan hanya mi’raj kepada Allah, naiknya hamba kepada keridhaan Allah, dari derajat yang hina menuju keluhuran, naiknya amal pahala kehadhirat Allah untuk di laporkan, naiknya ruh-ruh para Syuhada dan Shalihin ke Surga Nya Allah subhanahu wata'ala, “naik para malaikat itu setiap harinya, yang setiap harinya itu dalam satu hari seakan 50 ribu tahun di bumi” ((QS Al Ma’arij 4)

Jadi kalau kita lihat misalnya kita tawaf di Ka’bah, kalau kita dekat dengan Ka’bah mungkin dua menit sudah selesai satu putaran, makin jauh, jauh sampai 30 - 40 meter, bisa satu jam baru bisa selesai satu putaran, makin jauh lagi bisa dua jam baru selesai satu putaran, nah ini langit satu hari kita putaran satu hari 50 ribu tahun karena jauhnya jarak kita dengan induk perputaran waktu yang di cipta oleh Allah subhanahu wata'ala di bumi butuh 50 ribu tahun putarannya, sedangkan di sana hanya satu hari saja di Arsy Allah subhanahu wata'ala, disana satu hari kita 50 ribu tahun.
“mereka mengiranya masih jauh, kami melihatnya dekat” ((QS Al Ma’arij 6-7)

Karena mungkin dihadapan para malaikat di langit hari kiamat sudah kurang dari satu hari, mungkin !! kurang dari 50 ribu tahun bagi kita jauh masih, mungkin 25 ribu tahun lagi, kalau 25 ribu tahun lagi kalau seandainya usia kita 100 tahun saja, kalau 25 ribu tahun berarti 100 keturunan lagi yang yang usianya 100 tahun baru Kiamat,
Allah subhanahu wata'ala berfirman : “Manusia melihat hari kiamat masih jauh, tapi Allah melihatnya sudah sangat dekat”
Karna ribuan tahun di sini hanya beberapa jam disana, perputaran waktunya begitu, Allah mengatur cepatnya waktu disini jauh lebih lambat, hadirin hadirat yang dimuliakan Allah.
“hari itu jagad Raya ini Allah buat mencair, tujuh lapis langit bumi itu mencair seperti timah yang dipanaskan lalu mencair” ((QS Al Ma’arij 8)
Masuk logika? tidak masuk logika sepertinya, bagaimana masuk logika.
Tapi kalau logika orang yang beriman bisa saja, dari benda cair setetes bisa menjadi manusia yang punya tulang, darah, kepala, pikiran, otak, jantung segala-galanya bisa, bagaimana 7 lapis langit bumi akan mencair dengan kewibawaan Allah subhanahu wata'ala.
“dan saat itu gunung-gunung bagaikan debu yang berterbangan karna guncangan” ((QS Al Ma’arij 9)
Bukan hanya di Aceh, bukan Jakarta, bukan Sumatera, bukan Sulawesi, seluruh jagad Raya di guncang oleh Allah subhanahu wata'ala dan langit ini dibuat mencair oleh Allah subhanahu wata'ala, tidak terbayang dahsyatnya, semoga kita tidak merasakan hari Kiamat.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari :
“seburuk-buruk dan orang yang paling rugi adalah yang hidup saat kejadian hari Kiamat”
Karena sudah tidak ada orang beriman lagi tidak ada yang menyabut Nama Allahu Allah lagi di muka bumi, semuanya pendosa, semuanya berbuat kejahatan, saat seperti itu.
Nau’zubillah, mudah-mudahan kita dan keturunan kita tidak merasakan hari Kiamat.
“saat itu Allah subhanahu wata'ala menunjukkan hari dimana para pengasuh tidak lagi menanyakan bayi yang di asuhnya” ((QS Al Ma’arij 10)

kenapa jika mereka telah melihat amal-amalnya,
dikatakan oleh Al imam Busyro al Hafi Alayhi Rahmatullah dalam riwayat lain yaitu Hasan al Basri, kalau manusia itu ditanya oleh Allah satu perbuatan yang makruh bukan yang haram, ia akan mencair dari malunya di hadapan Allah subhanahu wata'ala, bukan yang haram, yang makruh apa lagi yang haram , ketika namanya dipanggil ke hadapan kehadapan Maha raja alam semesta.
“dan saat itulah permukaan bumi berubah bukan seperti permukaan bumi, rata tidak ada pegunungan, tidak ada pepohonan, tidak ada lembah, tidak ada pegunungan”
diriwayatkan di dalam Kutubuttafaasir dijadikan permukaan bumi ini seperti lempengan perak yang sangat bening, putih dan panas karna matahari turun mendekat, matahari turun mendekat sudah tidak ada cahayanya, tinggal gelap dan panasnya yang lebih panas dari matahari yang terik saat ini.

hadirin hadirat, di saat itu jika ditanya oleh Allah :
manusia yang di beri jasad, di beri penglihatan, diberi pendengaran, apa yang kau perbuat pagi hari, apa yang kau perbuat siang hari, apa yang kau perbuat sore hari, apa yang kau perbuat malam hari, hari kedua sejak usiamu baligh, apa yang kau perbuat hari saat selepas pagi, siang, sore, malam, hari ketiga dalam hidup mu, apa yang kau perbuat, hari keempat, hari kelima, hari keenam, perhitungan setiap detik, pertanyaan dari Rabbul’alamin tidak menyisahkan kecuali kenikmatan terus berhenti dan kenikmatan yang tidak berhenti, dan ketaatan yang tidak berhenti dan ketidak taatan yang juga tidak berhenti, kenikmatan terus tidak berhenti.
“Rahmat Ku sampai kepada segala sesuatu” ((QS Al A’raf 156)
namun dosa-dosa kita juga terus mengalir tidak berhenti, ini yang dipertanyakan oleh Rabbul’alamin dengan ucapan lembut,
“wahai manusia apa yang membuatmu tertipu meninggalkan Tuhan Mu Yang Maha pemurah” ((QS Al Infithar 6)
adakah yang lebih Maha pemurah dari Allah, memberi dan memberi, melimpahkan dan melimpahkan anugerah, hamba Nya terus berdosa, Allah subhanahu wata'ala bukan murka langsung menutup pintu keridhoan Nya tapi pintu maaf Nya adalah pintu yang terluas dari semua pintu yang ada, bagi para pendosa pintu maaf Nya Allah paling luas terbuka dan Allah paling cepat memaafkan dari semua yang kita buat salah pada Nya.
Yang kita sakiti perasaannya yang paling cepat memaafkan Allah, kalau kau sakiti perasaan seseorang sekali kau minta maaf belum tentu ia maafkan, tapi Allah.

Diriwayatkan didalam Shahih Muslim :
pengampunan Allah secepat permohonan maaf hambanya, hambaNya mohon ampun saat itu, saat itu ia dimaafkan Allah, hadirin hadirat berhentilah mengecewakan Allah, namun bukan sekali, mungkin puluhan tahun belasan tahun, sekali minta maaf Allah terima, Allah tidak butuh kita, Allah sudah Maha baik pada kita, kamu mau ku maafkan penjara dulu, siksa di alam kubur, siksa di alam neraka karena kamu pernah melewati maksiat dalam puluhan tahun, belasan tahun,
“Kecuali yang bertaubat, beramal shaleh, Allah ganti dosa-dosanya semua dengan pahala” (QS Al Furqon 70)
Alangkah indahnya Rabbul’alamin, bergunung-gunung dosa Allah ganti jadi gunung-gunung pahala, karena apa? karena ingin dekat pada Allah, Allah hargai getaran perasaan yang ingin dekat pada Nya, dengan menggantikan dan memperindah keadaan si pendosa gelap gulita menjadi seorang hamba yang kaya raya dengan amal pahala, karena apa ? karena ingin dekat pada Nya.
Setiap detik Allah menanti kita, setiap detik kita menundanya,
Hadirin hadirat detik ini terimalah lamaran kelembutan Ilahi, Smoga Allah menuntun kita kepada keluhuran, menuntun kita kepada kemuliaan dunia dan akhirat.
Allah berfirman :
“ketika manusia di perlihatkan, hari mereka berapa kesalahan, bagaimana perbuatannya yang telah banyak menyakiti perasaan Allah, yang mereka tidak sempat bertaubat sebelum wafatnya” (QS Al Ma’arij 11)
orang yang banyak berdosa itu ingin, ingin apa ?
“Ingin menebus api neraka dengan anak-anaknya, anak-anaknya disuruh masuk neraka semuanya di jeblosin asal dia selamat, suaminya atau istrinya, kalau perempuan ingin jebloskan suaminya kedalam Neraka, supaya dia bebas dari Neraka, kalau Suami ingin lemparkan istrinya ke Neraka supaya bebas dari Neraka” ((QS Al Ma’arij 12)

Siapa ? para pendosa yang wafat belum sempat bertaubat,

“kalau perlu ia tebuskan seluruh kelompoknya masuk semua ke dalam Neraka asal ia selamat sendiri, padahal kelompoknya yang selalu dia lindungi dan melindungi dia, apakah itu partainya, apakah itu kelompoknya, apakah itu organisasinya, apakah itu teman-teman satu regunya ingin dia jebloskan semuanya ke Neraka asalkan dia selamat, kalau perlu seluruh yang ada di dunia di korbankan masuk ke Neraka asal dia selamat sendiri” ((QS Al Ma’arij 13-14)
Ini sungguh api Neraka bergejolak, mencerai beraikan tulang satu sama lain, api yang demikian itu memanggi-manggil para pendosa,
“Bagaimana nasib orang yang di panggil api Neraka” (sebagaimana firman Allah swt pada QS Al ma;arij 15,16,17)
Haramkan kami yaa Rabb, jangan satupun dari kami di panggil dari api Neraka, pastikan kami dipanggil Syafa’at Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Fulan bin fulan selalu hadir di Majelisku, hadir ikut dalam syafa’atku sebelum ia melewati hisab. Amin Allahumma amin.

Seluruh wajah ini semoga Allah beri hisab yang mudah…!
Mereka-mereka yang di beri kitab dari sebelah kanannya, asyiknya hadir di majelis, gaul dengan orang-orang yang tidak baik juga niatnya untuk mengajak mereka kepada kebaikan, kalau kejeblos dalam dosa mereka buru-buru minta pengampunan dosa, untuk mereka itu,
Wahai Allah beri mereka hisab yang mudah saja, di hisab pertanggungan jawabannya sebentar saja, lalu dia balik pada keluarganya, sudah dapat ijasah kelulusan, dapat ridhanya Allah Yang Abadi, masuk kedalam Surga Nya Allah subhanahu wata'ala

Ijasah sarjana sudah girang-girang, lempar topinya, setelah itu pengangguran bertahun tahun, akhirnya sampai ada yg jadi tukang beling juga, hadirin hadirat bukan itu tujuan kehidupan, ada ijasah yang agung yang menuntunmu kepada keluhuran yang abadi yang itu ujiannya dari sekarang, tidak nunggu semesteran 6 bulan sekali, dari sekarang ujiannya, puluhan tahun setelah itu lulus atau tidak lulus, semoga semuanya lulus dalam ujian ini, tidak lulus di dunia, lulus di akhirat abadi, mudah-mudahan lulus di dunia dan akhirat.

Hadirin hadirat beruntung para pecinta Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Mau tau dimana mereka?
Yang disana di panggil di api Neraka, yang disana ditarik ibu bapaknya, yang ini ditarik oleh anaknya, yang ini ditarik suaminya, yang ini ditarik istrinya, Laailahaillallah.
Wanita-wanita yang membuka auratnya ditunjuk oleh para pria “itu wahai Allah wanita itu membuka aurat sampai kami berdosa, tuntut wahai Rabb itu dosa kami” dipanggil oleh Allah wanita yang membuka auratnya, wanita yang membuka aurat menuntut juga “itu mata-mata mereka yang melihat auratku wahai Allah, tarik juga” demikian keadaannya, namun :
Rasul saw bersabda : “Seseorang bersama dengan orang yang dia Cintai” (Shahih Bukhari)
beruntung para pecinta Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, mereka bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Sudah Rindu di dunia siang malam ingin jumpa Rasul di akhirat waktunya jumpa, bukan waktunya sedih, keadaan di dunia sering sedih kangen dan rindu pada Allah dan Rasul di akhirat tidak di kasih sedih lagi sama Allah sudah cukup kamu di dunia rindu terus pada Allah di akhirat di siksa lagi.
Sebagaimana Riwayat Shahih Bukhari :
“barang siapa yang rindu jumpa denganku akupun rindu jumpa dengan nya”.
semoga Allah menjadikan kita di kelompok itu. kelompok orang yang rindu pada Allah sehingga selalu bersyukur di dalam kenikmatan hingga kenikmatan bertambah menjadi kenikmatan yang lebih besar. bersabar dalam musibah bahkan selalu juga rindu pada Allah dalam musibah, hingga musibahnya cepat disingkirkan Allah karena cahaya kerinduannya kepada Allah subhaanahu wata'ala. Allah tidak tega memberinya musibah.

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Sampailah kita pada hadist Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang tadi kita baca:

قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَأْتِي عَلَى النَّاسِ، زَمَانٌ، لَا يُبَالِي الْمَرْءُ، مَا أَخَذَ مِنْهُ، أَمِنَ الْحَلَالِ، أَمْ مِنْ الْحَرَامِ (صحيح البخاري)

di riwayatkan di dalam Shahih Bukhari :
“Akan datang suatu masa dimana manusia itu tidak perduli lagi mengambil nafkahnya dari yang haram atau dari yang halal”

Saya sebenarnya tidak perlu berpanjang lebar karena ini sudah sering kita bahas. hanya saya ingin memperjelas, banyak hal-hal yang, kalau yang haram yang halal sudah jelas. Saudara-saudara juga sudah jelas saudari-saudari juga sudah jelas.
Banyak yang SYUBHAT yang tidak kita sadari. ini yang ingin saya bahas klo yang halal yang haram sudah di bahas di majelis ta’lim dimana-mana, yang SYUBHAT perlu saya perjelas banyak makanan-makanan yang kita kira halal padahal itu mengandung hal yang haram.

Saudara saudarku ini saya bicara secara kenyataan, dengan saudara-saudara kita yang banyak, ada yang bekerja di pabrik roti tidak nyebut pabrik roti mana.
“habib kerjaan saya ini halal nggak?“
“kenapa?”
Waktu saya masih buka sms setiap hari yang sampai 3000 sms setiap hari itu laporan masuk ini pembahasan ini sering tertunda dari waktu-waktu sampai sekarang baru sempat diungkap
“apa pekerjaanmu?”
“saya ikut bekerja di pabrik roti”
“Oh, berarti halal”
“tapi Habib rotinya di campur dengan lemak babi”
“Dimana di pasarkan?”
“di Jakarta bib…”
“Orang tau tidak yang beli?”
“tidak tau Bib, orang muslim yang beli”
Saya berkata”peringatkan teman-temanmu yang ada di situ mundur dari pekerjaan itu.dan kalau punya perhatian laporkan kepada yang berwajib supaya di tindak karena kalau jelas-jelas di kasih tau ini mengandung babi tidak apa-apa, orang-orang non muslim yang makan, tapi kalau orang yang tidak tau, siapa yang nyangka roti pake babi, siapa yang nyangka kalo yang kita lihat di tv kan daging sapi sudah di campur daging babi itu sudah kita liat di televisi hati-hati makanya, kalau beli makanan-makanan daging sapi hati-hati belanjanya, jangan-jangan yang lebih murah, hati-hati yang lebih murah, kenapa bisa lebih murah?

Zaman sekarang ini kalau kita memikirkan makanan, pusing.
Ada yang sapinya di taruhi di selang air dimulutnya sampai penuh sampai sekarat karena badannya penuh air supaya berat badan timbangannya, Masya Allah.
Sudah sekarat sapinya sudah kejang-kejang kepenuhan air masukin selang air mulutnya sudah membesar baru disembelih, Hadirin Hadirat, ini keadaan makanan kita makanan yang begini ini yang mengandung SUBHAT –SUBHAT yang harus kita hati-hati.

Ayam mati yang masuk di ayam bakar, masuk sate ayam, masuk di Kentucky, bukan saya menuduh Kentucky, bukan saya menuduh ayam bakar. tp kalo kita fikir secara logika :
Ayam yang masuk ke pasar induk setiap harinya berapa?
100 ribu ekor lebih kira-kira 100 ribu lebih itu hidup semua. paling tidak 1000 yang mati namanya juga dibawa mobil cianjur, kena angin, masuk angin juga kan ayam, kalo manusia masuk angin di kerokin sembuh, kalo kambing masuk angin mati, sapi masuk angin mati, ayam masuk angin mati, sampai pasar induk, sudah ada itu 100, 200, 1000, 2000 ayam yang disebut apa? ayam TIREN (ayam yang mati kemaren)
itu kalau kata yang jual “kan bukan racun, saya gak pakai babi ini ayam halal tapi karena mati kan tidak ngeracunin sama saja daging rasanya gak berubah”
Itu hadirin hadirat yang di sebutnya SYUBHAT itu yang melemahkan ibadah mau tau tidak bagaimana?
Coba jangan menuduh ya, jangan menuduh sembarangan, misalnya sudah jangan makan kambing jangan makan Mc Donald jangan makan ayam bakar. Jangan begitu.., kasihan pedagang semuanya. Nanti tukang ayam bakar protes di luar sana, bukan itu maksudnya.
Tapi kalian kalau makan sesuatu misalnya : ayam bakar, sate kambing, sapi. Makan sebelum makan dan sesudah makan ibadah mu bagaimana? itu saja,
kalau makan malam biasanya tiap hari bangun shubuh begitu makan sate dari situ atau makan ayam bakar dari situ besok shubuhnya tidak bisa bangun. nah… sudah tanda tanya itu, malam saya makan apa? kok saya begitu, saya ingin tau barang yang halal yang saya makan atau tidak dengan cara malasnya ibadah, tiba-tiba ibadah berat malas bangun. nah.. itu, itu bahaya itu makanan subhat, tinggalkan coba hilang, ulangi lagi terulangi lagi sampai 3 kali, nah sudah jangan di isi lagi tidak usah maki-maki sama dia mungkin dia juga tidak tau. Jangan beli disitu lagi di tempat lain, begitu juga. makannya pagi, biasanya shalat dhuha gampang saja, atau shalat dhuhur nikmat saja. malas shalat, kenapa ya ? ada 5 waktu Allah begini, Masya Allah.
kemarin-kemarin tidak bicara shalat 5 waktu berat, sekarang 5 waktu jadi berat kok jadi malas ibadah, sujud. Sudah berapa raka’at lagi nich pengen cepet selesai nach, hati-hati makanan tuch, apa yang kau makan tadi pagi? coba besok pagi jangan di makan lagi begitu juga tidak hawanya, kalo tidak aah… tanda Tanya itu tandain tuch ulangi lagi, 2 kali, 3 kali, kalau sudah terulang 3 kali singkirkan jangan di makan gitu.

Kambing juga begitu, saya kumpul empat orang sama saya makan sate kambing, beli, bawa tidak makan di tempat, tidak usah disebut dimana, Cuma hati-hati aja makan sate kambing selesai malamnya subhanallah, seperti hal yang lucu tetapi tidak pernah terjadi dalam kehidupan, terus mimpi di kejar-kejar tikus ini saya tidur dengan dzikir dengan lain sebagainya, tidak pernah mimpi di kejar-kejar tikus baru seumur hidup ini. tidur begitu lagi bangun wudhu dzikir tidur begitu lagi, inget sesuatu makan apa ya, semalem kayanya sate kambing, ada apa dengan kambingnya? coba besoknya Tanya, yang makan berempat,
“kamu kan makan bareng saya semalam, gimana sate kambing, enak?”
“enak bib tapi saya gak bisa bangun shubuh, baru tumben, biasanya tahunan tidak pernah ketinggalan subuh, kali ini tidak bangun shubuh”
nah 2 orang, jangan-jangan campur tikus nich, perasaan saya begitu, sudah ada 2 orang yang menjadi saksi, belum cukup empat orang yang makan, saya tanya yang ke tiga, saya tidak sebut cerita yang dua tidak di sebut,
“gimana sate kambing semalam, kita beli lagi disitu ya?”
“kayaknya tempat lainnya saja ya Bib…”
“kenapa?”
“tidak apa-apa”
Terus saya cerita, “saya mimpi begini tidak enak, terus teman kita yang satu bertahun-tahun tidak pernah shalat shubuh jadi telat shalat shubuh, kamu rasa apa di kambing itu, ada sesuatu?”
“iya Bib, maaf sebenarnya saya tidak berani ngomong kalau habib tidak bilang begini, semalam saya baru sampai di mulut sudah pengen muntah, saya muntahkan keluar, kok rasanya beda”
Tiga orang, tunggu yang ke empat, yang ke empat datang, “semalam bagaimana sate kambingnya, Enak?”
“enak Bib”
“ga ada mimpi buruk, telat bangun subuh, atau apa?”
“tidak Bib, tapi pas pulang kerumah muntah, masuk angin kali, berarti tidak bener ini”
Lalu saya cerita, baru dia bicara
“iya Bib, kalau begitu benar, waktu saya buka sup yang saya balik saya lihat kok ada kulit tipis berbulu hitam”

Lailahaillallah…
Kulit hitamnya tikus hitam, campur sate kambing ini.

Jakarta Hadirin hadirat jadi harus hati-hati, itu saya ceritakan satu contoh, puluhan kali saya temukan.
Oh berarti jangan makan kambing, jangan makan ayam, jangan makan sapi? Tidak
Kalian beli tapi rasakan ada perbedaan rusak ibadah kalian, mundur jangan beli di situ lagi, itu saja yang gampang.
Nah sekarang saya bicara khusus pada para pedagang yang berdagang kambing, atau ayam atau sapi, jadilah suplier yang halal karena kalian berjuang di tengah-tengah kerusakan Islam, kalau sudah Muslimin malas Ibadah, ini jawaban banyak pertanyaan yang muncul pada saya, ratusan dan ribuan kalau di hitung dari awal, itu di Forum Tanya jawab ada 10 ribu pertanyaan yang sudah di jawab, lebih dari 10 ribu yang sudah di jawab di website itu mungkin ada 500 lebih pertanyaannya sama :
“kenapa Bib, kalau saya hadir majelis senang, nangis, do’a, keluar malas lagi Shalat, keluar dosa lagi”
Hati-hati dari makananmu.

Hadirin hadirat ini yang ingin saya bahas didalam hadits ini, hati-hati dalam makananmu, karena Rasul shallallahu 'alaihi wasallam sangat menjaga Sayyidina Ali bin Abi Tholib Ra, ketika makan siang orang-orang Muslim ada yang makan berdua, ada yang makan bertiga, Sayyidina Ali sendiri, orang-orang bilang “kok Sayyidina Ali mengumpati makanannya sendiri, tidak mengajak orang”
“Yaa Sayyidina Ali kau makan sendiri, kau makan apa?”
Ali bin Abi Tholib Ra berkata “aku yakin kalian tidak akan snang dengan makananku ini”
“iya bagi-bagi lah, kok makan sendiri?”
Dia mengeluarkan roti kering yang sudah berhari-hari,
“ini makananku, setiap aku makan hanya ¼ nya saja aku makan sedikit”
“kenapa?? ini banyak makanan yang lain?”
“aku yakin sekali ini yang halal, ini lebih berharga bagiku, makanya aku simpan, aku makan sendiri tidak mau kasih keorang, orang tidak akan mau roti kering yang sudah berhari-hari seperti batu, makannya harus di celupkan di air supaya bisa lembut” demikian al Imam Sayyidiy Ali bin Abi Thalib Ra.

Hadirin hadirat ini yang saya sampaikan, jadi hati-hati kalau kalian diwaktunya berusaha menjadi suplier daging dan sebagainya usahakan kalian mempelopori hal ini, dan kalau ada melihat hal-hal yang tidak benar pada tempat dia bekerja, makanan, restoran dls yang menipu muslimin laporkan kepada pihak yang berwajib, jangan main hakim sendiri dan jangan diam, laporkan kepada pihak yang berwajib, “pak di sana begini begini….”
“Kamu siap jadi saksi”
“Siap, saya jadi saksi dari yang haram dan yang halal”
jangan jadi pengecut kita,
“saya siap jadi saksi, saya siap karena saya pemberani saya pengikut Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam”
Majelis Rasulullah bukan Majelis pengecut, tapi Majelis Rasulullah majelis yang damai, tapi bukan pengecut, kalau ada hal jangan pengecut, tetangga jualan nipu itu, dagingnya daging babi dimasukan didalam kikilnya, dimakanan-makanan di warteg-warteg di warung-warung padang, ah diam saja ah, tidak laporkan jangan kita takut, kalau takut berarti kita pengecut, kita bukan pengecut, kita berani laporkan, kita tidak takut menjadi saksi, malu kepada Allah, jangan malu kepada orang yang berbuat dosa, kita ingin supaya muslimin lain tidak tertipu,
Kalau bisa di nasehati yaa di nasehati, lebih baik di nasehati, kalau tidak bisa di nasehati jangan main pentung sembarangan, ada yang mentung nanti orang lain kita, laporkan saja.

Demikian saudara saudariku yang kumuliakan,
Ini yang saya sampaikan acara ini juga di siarkan langsung di streaming website www.majelisrasulullah.org di seluruh dunia dan di dengar oleh seluruh dunia, berhati-hatilah dalam memilih makanan kita.

Saudara saudariku yang kumuliakan,
Saya tidak berpanjang lebar menyampaikan tausiyah, setelah ini kita berdzikir jalaalah sebanyak 300 kali, untuk berdo’a agar suksesnya kedatangan Guru Mulia kita Al Musnid Al alamah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin hafidh, jamaah yang mau berpartisipasi, partisipasi dengan kemampuannya masing-masing, yang punya harta dengan hartanya, yang dengan pemikiran dengan pemikirannya, yang dengan keahlian dengan keahliannya,
Bib saya punya proyektor tambahan bisa di tambahakan, silahkan,
Bib saya punya handycam bisa di pinjamkan, ayo silahkan,
Bib saya punya kendaraan untuk angkut tamu, terus terus berusaha bantu dakwah mulia ini, hadirin hadirat yang di muliakan Allah, ini besar-besaran jihad kita.

Bukannya mikir Negeri yang jauh, jauh-jauh ke palestina, di sini gembel masih banyak, kalau seandainya peduli Palestina itu dananya di bagikan kepada gembel yang ada di Jakarta ini, orang yang keluar dananya untuk peduli Palestina di Jakarta, uangnya di keluarkan bukan kesana tapi untuk gembel yang di Jakarta, bisa setahun tidak kelaparan semua gembel yang ada di Jakarta, mana yang lebih penting kampung kita atau tempat orang, kita do’akan semuanya, tapi kalau untuk kepentingan tentunya kita pentingkan yang lebih dekat, sebagaimana Riwayat Shahih Bukhari :
Rasul shallallahu 'alaihi wasallam ditanya oleh salah seorang sahabat
“Yaa Rasulullah aku mempunyai hadiah yang ingin ku infaqkan pada siapa” Rasul berkata “pada tetanggamu” “ia Rasulullah aku punya dua tetangga, mana yang ku dahulukan” Rasul menjawab
Sabda Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, yang pintu rumahnya lebih dekat dari pintu rumahmu, kampung kita sendiri, masyarakat kita sendiri, masih banyak yang Narkoba, masih banyak yang Miras, masih banyak yang berzinah demi mencari Nafkah, untuk menafkahi anak-anaknya, masih banyak yang terjebak perjudian, yang masih mencari uang kaget, masih banyak yang jual minuman keras, karena merasa menjual yang halal tidak laku, masih banyak anak-anak kecil di perbudak untuk menjual Narkotika di bayar dengan 500 rupiah, 1000 rupiah, dah kamu dari pada mengemis di jalan ditangkap, di bawa Satpol PP nich kamu anterin barang saja nih, nganterin barang padahal Narkotika, di perbudak terus muslimin muslimat oleh kejahatan-kejahatan musuh-musuh kita tanpa kita sadari rumah kita di jajah oleh mereka, makanan kita sudah di pasok dengan makanan yang tidak halal, sampai pil-pil, bungkus-sungkus pilpun terbuat dari lemak babi, hadirin hadirat ini penjajahan tidak kita rasakan, ini bukan membuat kita mati Syahid seperti Palestina ini membuat kita mati Su’ul Khatimah, Nau’dzubillah, ini lebih berbahaya, harus kita perdulikan penjajahan pada diri kita, pada Negara kita, pada Masyarakat kita, agama kita dan keluarga kita, rumah tangga kita, kita harus merdeka dengan bimbingan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Allah subhanahu wata'ala jaga kita dari makanan-makanan yang haram, Allah Jaga kita dari makanan-makanan yang Subhat, Allah jaga kita dan keluarga kita dari hal-hal yang haram, Allah limpahkan kepada kita kemakmuran dan kebahagiaan, yang halal di dunia dan akhirat,
Wahai Allah hadirin hadirat ini di limpahin kesejukan dan kedamaian dunia dan akhirat, di permudah dalam mencari yang halal, ya Rahman ya Rahim, luaskan Rizki kami seluas-luasnya didalam hal yang halal, ya Rahman ya Rahim,

قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَأْتِي عَلَى النَّاسِ، زَمَانٌ، لَا يُبَالِي الْمَرْءُ، مَا أَخَذَ مِنْهُ، أَمِنَ الْحَلَالِ، أَمْ مِنْ الْحَرَامِ (صحيح البخاري)

Sabda Rasulullah saw :
“Akan datang suatu masa dimana orang-orang tak perduli darimana nafkah yang diambilnya, apakah dari hal yang halal atau dari yang haram” (Shahih Bukhari)

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ...

Ucapkanlah bersama-sama

يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله..

Dosa-dosa kami, kesalahan-kesalahan kami, masa depan kami dunia dan akhirat kami titipkan pada Nama Mu Yang Maha Luhur,

يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله..

Hadirin hadirat kita berdo’a, demi suksesnya kedatangan Guru Mulia kita, dan suksesnya acara kita dan suksesnya perjuangan kita dalam acara ini, kita bermunajat dengan menyebut ya Allah 300 kali agar kehadiran beliau membawa Rahmat dan keberkahan bagi kita, bagi bangsa kita, bagi kota kita, jadi kota damai jauh dari musibah, musim kemarau datang membawa Rahmat, musim hujan datang membawa Rahmat, bukan membawa musibah,

يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله..

Limpahkan Rahmat, limpahkan anugerah, limpahkan kemudahan, limpahkan kebahagiaan

يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...

Dua hari lagi, dua hari lagi kita akan melihat wajah yang bercahaya dan berseri

يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله... يَا الله...ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ

yang terus saya himbau jamaah yang punya helm, helmnya di pakai, yang tidak punya helm beli kalau mampu, kalau tidak punya uang semoga Allah limpahi Rizki yang luas, yang sudah punya helm yang belum punya helm semoga di limpahi Rizki yang luas, awas sudah punya rizki luas tidak beli helm juga, demikian Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah.